AS Tetap Masukkan Jepang dalam Daftar Pemantauan Mata Uang
Departemen Keuangan AS terus memantau kebijakan nilai tukar Jepang di tengah kekhawatiran atas surplus perdagangan yang besar dan pelemahan nilai tukar yen.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Departemen Keuangan Amerika Serikat merilis laporan tengah tahunan pada Kamis, yang tetap menyertakan Jepang dalam daftar pemantauan kebijakan mata uang mitra dagang utamanya. Washington menyatakan bahwa surplus perdagangan Jepang yang besar dengan AS serta kenaikan surplus transaksi berjalan menjadi dasar kekhawatiran tersebut.
AS menggunakan daftar ini untuk mengawasi apakah mitra dagang melakukan intervensi pasar guna melemahkan mata uang mereka terhadap dolar demi keuntungan ekspor. Laporan terbaru mencatat bahwa Departemen Keuangan kini juga memantau kebijakan yang ditujukan untuk mencegah pelemahan mata uang, menyusul depresiasi yen yang signifikan baru-baru ini.
Menurut laporan tersebut, nilai tukar yen tertahan di level terendah dalam beberapa dekade, terutama dipicu oleh perbedaan suku bunga yang lebar antara Jepang dan mitra dagang utamanya. Selain itu, yen juga tertekan oleh prospek kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di bawah pemerintahan baru Jepang.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-30T08:49:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Buka arsip Wayback untuk melihat salinan yang tersedia.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.