Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Kota dalam Bayang-Bayang Chornobyl dan Fukushima Bersatu Pulihkan Luka Pascabencana

Empat puluh tahun setelah kecelakaan nuklir Chornobyl, Slavutych di Ukraina menjalin kerja sama dengan Futaba di Prefektur Fukushima. Kedua kota berbagi pengalaman memulihkan komunitas dari trauma, stigma, dan dampak radiasi.

NHK WORLD4 mnt

Bagikan Artikel

Warga Slavutych dan Futaba berbagi pengalaman pemulihan pascabencana nuklir

Visual Utama

Kota dalam Bayang-Bayang Chornobyl dan Fukushima Bersatu Pulihkan Luka Pascabencana

Tutup
Warga Slavutych dan Futaba berbagi pengalaman pemulihan pascabencana nuklir
Kota Slavutych di Ukraina terletak sekitar 50 km di timur laut pembangkit listrik Chornobyl.
Kota Slavutych di Ukraina terletak sekitar 50 km di timur laut pembangkit listrik Chornobyl.

Kota Slavutych dibangun setelah ledakan dahsyat mengguncang pembangkit listrik tenaga nuklir Chornobyl pada April 1986. Dengan populasi sekitar 24.000 jiwa saat ini, kota itu didirikan untuk menampung pekerja pembangkit beserta para pengungsi.

Sejak saat itu, warga terus bergulat dengan isu pemulihan dan pembangunan kembali pascabencana, termasuk stigma dan rusaknya reputasi akibat hujan radioaktif.

Tahun ini menandai 40 tahun sejak pembangkit Chornobyl mengalami apa yang disebut sebagai kecelakaan nuklir terburuk di dunia.
Tahun ini menandai 40 tahun sejak pembangkit Chornobyl mengalami apa yang disebut sebagai kecelakaan nuklir terburuk di dunia.

Menghadapi Tantangan

Kini Slavutych menghadapi tantangan baru. Invasi Rusia yang berkepanjangan memberi dampak besar pada perekonomian kota.

Pertempuran telah mengganggu perjalanan harian penduduk ke pembangkit listrik Chornobyl, yang masih menjadi pemberi kerja utama di wilayah itu. Sebelum invasi, para pekerja dapat tiba di lokasi itu dalam waktu kurang dari satu jam lewat rute di Belarus. Karena rute itu tidak lagi tersedia, mereka kini menempuh perjalanan lebih dari enam jam sekali jalan.

Banyak orang di wilayah itu masih bekerja di pembangkit listrik Chornobyl bertahun-tahun setelah kecelakaan.
Banyak orang di wilayah itu masih bekerja di pembangkit listrik Chornobyl bertahun-tahun setelah kecelakaan.

Pada saat yang sama, jumlah penduduk terus menurun.

Serhii Akulinin bekerja di pembangkit itu saat kecelakaan terjadi. Kini sebagai pemandu wisata, ia berbagi pelajaran dari kecelakaan itu serta kemajuan upaya dekomisioning kepada para pengunjung.

Akulinin mengatakan penduduk kota terus menua. Menurutnya, Slavutych merupakan tempat yang baik bagi anak-anak, tetapi tidak memiliki cukup lapangan kerja bagi kaum muda. Ia berharap perang segera berakhir.

Pemandu wisata Serhii Akulinin telah menyampaikan pelajaran dari kecelakaan itu kepada sekitar 9.000 pengunjung dari seluruh dunia.
Pemandu wisata Serhii Akulinin telah menyampaikan pelajaran dari kecelakaan itu kepada sekitar 9.000 pengunjung dari seluruh dunia.

Mencari Mitra

Pejabat Slavutych berupaya menghidupkan kembali komunitas dengan mempelajari pengalaman negara lain yang menghadapi bencana serupa.

Kota Futaba di Prefektur Fukushima terus berjuang membangun kembali komunitasnya setelah kecelakaan nuklir. Kota itu berada di zona paparan radiasi akibat pelelehan inti pada tiga reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Company, menyusul gempa bumi dan tsunami besar pada Maret 2011.

Semua penduduk Kota Futaba, Prefektur Fukushima, harus mengungsi menyusul kecelakaan nuklir tersebut.
Semua penduduk Kota Futaba, Prefektur Fukushima, harus mengungsi menyusul kecelakaan nuklir tersebut.

Perintah evakuasi dicabut untuk sebagian wilayah kota pada 2022. Kini kota itu mendorong penduduk untuk kembali ke kampung halaman, sekaligus menyambut warga baru dari daerah lain.

Futaba juga berupaya menarik dunia usaha dan membuka lapangan kerja. Kota itu telah membangun kawasan industri yang menampung produsen, sementara sebuah hotel besar baru-baru ini dibuka.

Wali Kota Slavutych, Yurii Fomichev, mengatakan kepada NHK bahwa kunjungannya ke Kota Futaba tujuh tahun lalu mendorongnya membangun kemitraan dengan kota di Jepang itu. Yang menarik perhatiannya adalah pemulihan sosial—bagaimana mendukung orang-orang yang terpaksa meninggalkan kampung halaman setelah kecelakaan nuklir, dan bagaimana membangun kembali komunitas yang telah hilang.

Pengalaman Bersama

Tragedi yang sama mendorong kedua pemerintah kota membentuk kemitraan resmi. Pada akhir Juni, mereka menandatangani perjanjian untuk mempererat hubungan dan bekerja sama membangun kembali komunitas masing-masing.

Para wali kota Futaba dan Slavutych menandatangani perjanjian itu dalam upacara daring.
Para wali kota Futaba dan Slavutych menandatangani perjanjian itu dalam upacara daring.

Invasi Rusia ke Ukraina membuat pertemuan tatap muka menjadi tantangan. Akibatnya, wali kota kedua kota menandatangani dokumen itu dalam upacara daring.

Wali Kota Slavutych Yurii Fomichev menyinggung sulitnya mengatasi stigma bencana nuklir. Bahkan 40 tahun setelah kecelakaan Chornobyl dan 39 tahun setelah Slavutych didirikan, sebagian orang masih mempertanyakan keamanan radiasi di kota itu. Ia memperkirakan warga Fukushima menghadapi keraguan serupa.

Wali Kota Futaba Izawa Shiro berharap pertukaran kedua kota terus berlanjut. Menurutnya, pelajaran yang mereka bagikan dapat mendukung pembangunan kembali komunitas masing-masing.

Melestarikan Masa Lalu, Harapan bagi Masa Depan

Mahasiswa Sofia Sidorova adalah salah satu warga Slavutych yang menyambut baik aliansi dengan Futaba.

Sebagian besar kerabatnya bekerja di pembangkit nuklir itu.

Khawatir dengan populasi kota yang semakin berkurang, ia berharap pengalaman Futaba dapat membantu Slavutych melestarikan sejarahnya.

Sofia menyebut Chornobyl sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia. Ia berharap generasi muda mau kembali mengunjungi Slavutych dan kisah tragedi nuklir itu tetap tersampaikan kepada generasi mendatang.

Sofia Sidorova berharap kesepakatan dengan Futaba akan menghasilkan ide-ide baru untuk melestarikan sejarah kotanya.
Sofia Sidorova berharap kesepakatan dengan Futaba akan menghasilkan ide-ide baru untuk melestarikan sejarah kotanya.

Hampir separuh pameran di sebuah museum di Kyiv yang menampilkan kecelakaan nuklir itu telah hancur akibat serangan Rusia. Sofia mengatakan cara alternatif diperlukan untuk melestarikan kenangan. Bekerja sama dengan kaum muda di Kota Futaba, rencananya adalah menciptakan museum virtual daring menggunakan teknologi VR.

Kedua kota tidak ingin masa lalu menentukan masa depan mereka. Berbekal pelajaran dari trauma bersama, mereka berharap dapat menghidupkan kembali komunitas masing-masing.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

chornobylfukushimaslavutychfutababencana nuklirpemulihan pascabencanaradiasi nukliraliansi kota nuklir

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.