Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Masjid Tertua di Jepang Menjadi Pusat Hidup Berdampingan di Kobe

Di Kobe, Kobe Muslim Mosque yang telah berdiri selama 90 tahun menjadi tempat berlindung dan titik temu bagi Muslim di Jepang. Bangunan ini juga mencerminkan sejarah multikultural kota pelabuhan tersebut sejak abad ke-19.

NHK WORLD4 mnt

Bagikan Artikel

Fasad Kobe Muslim Mosque di Kobe, Jepang.

Visual Utama

Masjid Tertua di Jepang Menjadi Pusat Hidup Berdampingan di Kobe

Tutup
Fasad Kobe Muslim Mosque di Kobe, Jepang.

Pelabuhan Kobe yang berkembang pesat telah menjadi sumber multikulturalisme sejak abad ke-19. Para pedagang dari seluruh dunia menetap di kota ini, memengaruhi segala hal mulai dari kuliner hingga arsitektur.

Distrik Kitano, dengan rumah-rumah tua bergaya Barat, adalah contoh terkenal dari semarak kota ini. Namun, hanya beberapa langkah dari sana berdiri bangunan mencolok lain dengan gaya yang sama sekali berbeda. Selama 90 tahun terakhir, bangunan itu menjadi tempat perlindungan bagi Muslim di Jepang.

Para jemaah telah lama menyukai Kobe Muslim Mosque.
Para jemaah telah lama menyukai Kobe Muslim Mosque.

"Tidak banyak masjid seperti ini di Jepang," kata seorang jemaah pada bulan Juni. "Datang ke sini saja sudah memberi saya rasa nyaman dan damai."

"Saya bisa berbicara kepada Tuhan di sini dan menemukan kenyamanan serta penyembuhan," kata jemaah lainnya.

Komentar seperti itu tentu akan menyenangkan Ketua Kobe Muslim Mosque, Asif Mohamed. Pada saat yang sama, dia ingin menegaskan bahwa fasilitas ini bukan hanya untuk Muslim, tetapi juga untuk orang dari berbagai latar belakang.

"Masjid dan komunitas setempat telah membangun hubungan saling percaya selama bertahun-tahun," katanya. "Saya selalu memprioritaskan untuk memperkuat ikatan itu."

Asif Mohamed adalah ketua masjid.
Asif Mohamed adalah ketua masjid.

Masih Berdiri setelah Perang dan Bencana

Kobe Muslim Mosque benar-benar telah teruji oleh waktu. Setelah didirikan pada 1935, fasilitas ini selamat dari serangan udara selama Perang Dunia Kedua dan, puluhan tahun kemudian, Gempa Besar Hanshin-Awaji 1995. Sebagian orang bahkan menyebutnya masjid ajaib.

Pada masa-masa sulit, Kobe Muslim Mosque berupaya hadir dan menunjukkan perannya. Bantuan datang dengan cepat dari umat Muslim di seluruh Jepang dan dari luar negeri setelah gempa dahsyat itu, lalu dibagikan kepada banyak orang tanpa memandang keyakinan mereka.

Orang-orang berlindung di Kobe Muslim Mosque setelah Gempa Besar Hanshin-Awaji pada 1995.
Orang-orang berlindung di Kobe Muslim Mosque setelah Gempa Besar Hanshin-Awaji pada 1995.

"Yang benar-benar membekas bagi saya adalah bagaimana kami bisa menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan. Bersama komunitas, kami telah mengatasi banyak masalah untuk sampai di titik ini," kata Asif.

Masjid yang Bertekad Meredakan Ketegangan

Jepang modern menghadirkan serangkaian tantangan baru. Jumlah penduduk asing meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan ada tanda-tanda ketegangan.

Pada Maret, Kobe Muslim Mosque menggelar sesi doa untuk menandai berakhirnya Ramadan. Acara itu dihadiri banyak Muslim, dan beberapa di antaranya terlihat berdoa di jalan di luar gedung.

Para pejabat mengatakan mereka sudah memperoleh izin polisi sebelumnya, dan trotoar itu hanya digunakan sekitar 15 menit.

Namun, rekaman mulai menyebar di media sosial. Sebagian komentar mengklaim acara itu menghalangi pejalan kaki. Yang lain bernada xenofobik.

Para pejabat mengambil langkah tambahan untuk menghindari kepadatan pada acara di bulan Mei.
Para pejabat mengambil langkah tambahan untuk menghindari kepadatan pada acara di bulan Mei.

Kobe Muslim Mosque menggelar pertemuan besar lainnya pada bulan Mei untuk menandai Iduladha. Namun kali ini, para pejabat bahkan lebih waspada terhadap potensi gesekan sosial.

Untuk pertama kalinya, mereka membagi salat ke dalam tiga slot waktu terpisah untuk menghindari kerumunan berlebihan. Mereka juga menyewa petugas keamanan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah orang berkumpul di trotoar.

Upaya itu terbukti berhasil. Semua jemaah tertampung di dalam area masjid, dan acara selesai tanpa gangguan.

"Orang-orang di sini punya sejarah panjang hidup berdampingan dengan orang dari luar negeri. Secara pribadi, saya tidak pernah mengalami masalah apa pun," kata seorang warga Kobe.

"Jalan-jalan di sekitar sini cukup sempit dan dipakai orang setiap hari. Selama semua orang menyadari hal itu, saya rasa tidak ada masalah," kata warga lainnya.

Masjid ini terbuka bagi orang dari semua agama dan latar belakang.
Masjid ini terbuka bagi orang dari semua agama dan latar belakang.

Warga Dipersilakan Menyampaikan Kekhawatiran Mereka

Asif dan timnya kini bekerja untuk menumbuhkan hidup berdampingan yang lebih besar di komunitas. Masjid ini menyambut orang dari semua gender dan agama, kecuali pada hari Jumat ketika umat Muslim menghadiri salat berjemaah.

Pada bulan Juni, anggota asosiasi lingkungan setempat ikut serta dalam tur masjid. Mereka bertukar pandangan, belajar tentang budaya Islam, dan bahkan berbagi hidangan yang disiapkan sesuai dengan pedoman agama tersebut. Mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan kekhawatiran apa pun tentang peran masjid di masyarakat.

Umat Muslim di Kobe baru-baru ini berbagi hidangan dengan anggota asosiasi lingkungan.
Umat Muslim di Kobe baru-baru ini berbagi hidangan dengan anggota asosiasi lingkungan.

"Ini pertama kalinya saya berkunjung, dan saya belajar banyak," kata salah satu peserta. "Saya tidak tahu bahwa masjid itu telah melakukan upaya seperti ini. Sekarang saya merasa penting untuk memahami apa yang dilakukan umat Muslim dalam kehidupan sehari-hari mereka."

Asif memandang masjid itu sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan kota. Namun ia juga tahu bahwa Jepang telah berubah, dan masjid-masjid lain juga menghadapi ketegangan yang kian meningkat. Ia berharap dapat membantu para pendatang Muslim berbaur lebih efektif dengan komunitas mereka, sambil membangun pemahaman yang lebih besar tentang budaya mereka.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

masjid tertua di jepangkobe muslim mosquemuslim di jepangmultikultural kobesejarah kobehidup berdampingan di jepang

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.