Penyelundup Emas Bermodus Manekin Hadapi Hukum Jepang
Polisi di Tokyo menangkap enam orang yang diduga menyelundupkan 49 kilogram emas dari China ke Jepang melalui Bandara Narita pada Januari. Emas itu disembunyikan di dalam boneka seukuran manusia, dengan nilai lebih dari 1 miliar yen.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Penyelundup Emas Bermodus Manekin Hadapi Hukum Jepang

Polisi menyebut satu tersangka adalah warga Jepang. Lima lainnya warga negara China, termasuk seorang pria berusia 46 tahun yang menjalankan perusahaan di bidang logam mulia.
Mereka diduga berusaha menyelundupkan 49 kilogram emas, senilai lebih dari 1 miliar yen, melalui Bandara Narita di sebelah timur Tokyo pada Januari.
Pihak berwenang menduga kelompok itu ingin menghindari pembayaran lebih dari 100 juta yen, atau sekitar 620.000 dolar, dalam pajak konsumsi dan bea lainnya. Belum jelas apakah ada di antara para individu itu yang mengakui tuduhan tersebut.

Kargo Dinyatakan sebagai Manekin
Pihak berwenang menduga ini bukan kali pertama kelompok itu mencoba menggunakan boneka seukuran manusia untuk menyelundupkan emas ke Jepang. Barang sitaan itu dibentuk menjadi silinder dan disembunyikan di dalam rangka bagian dalam.
Tersangka yang menjalankan perusahaan di bidang logam mulia diduga bekerja sama dengan rekan konspirator di China yang mengirim emas itu melalui udara. Petugas bea cukai diberi tahu bahwa kargo itu hanya berisi manekin.
Dua boneka itu diduga dikirim ke sebuah unit hunian di kawasan Nishinippori, Distrik Arakawa, Tokyo. Penerima di Jepang diduga memperoleh 5.000 yen untuk setiap pengiriman. Seorang warga negara China kemudian mengambil emas itu.
Para penyelidik meyakini para tersangka melebur emas itu dan menjualnya sebagai batangan seberat 1 kilogram per batang. Mereka juga mengatakan emas itu mungkin telah dikirim ke luar negeri.
Asia Diidentifikasi sebagai Pusat Penyelundupan

Penyelundupan emas telah menjadi masalah yang makin besar di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Ada 119 kasus pada 2014, ketika tarif pajak konsumsi naik dari 5 persen menjadi 8 persen. Namun pada 2017, kasus melonjak sebelas kali lipat menjadi 1.347.
Angka itu kemudian turun seiring dengan penindakan, dan kasus tetap berada di bawah 100 pada tahun-tahun puncak pandemi virus corona.
Namun pada 2024, kasus melonjak menjadi 494. Tahun lalu ada 192 kasus, dan pihak berwenang mengatakan sebagian besar berasal dari Asia: Hong Kong, 75; China, 62; Taiwan, 21; dan Korea Selatan, 15.

Jepang Mengekspor Lebih Banyak Emas Daripada yang Diimpornya
Otoritas menyoroti ketidaksesuaian yang mengkhawatirkan dalam perdagangan emas Jepang. Ekspor mencapai sekitar 229 ton dua tahun lalu dan lebih dari 228 ton tahun lalu, tetapi impor tetap hanya sekitar 10 ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar empat ton.
Fakta bahwa ekspor jauh melampaui impor maupun produksi domestik sangat menunjukkan bahwa sejumlah besar emas diselundupkan masuk dari luar negeri.
Pakar: Hapus Pajak Konsumsi atas Emas
Ikemizu Yuichi, direktur utama Japan Bullion Market Association, mengatakan pajak konsumsi 10 persen atas emas di Jepang mungkin memicu aktivitas ilegal tersebut.
Di banyak negara, emas diperlakukan seperti mata uang, dan hampir tidak ada yang mengenakan pajak pertambahan nilai atasnya, katanya. Para penjahat memanfaatkan perbedaan aturan itu.

Jika seseorang menyelundupkan emas senilai 25 juta yen ke Jepang, misalnya, mereka bisa menjualnya seharga 27,5 juta yen dan mengantongi selisihnya.
Ikemizu mengatakan kegiatan kriminal akan makin menguntungkan jika harga emas terus naik. Untuk mengatasi masalah ini, ia mengatakan otoritas seharusnya tidak lagi mengenakan pajak konsumsi pada emas.
Sementara itu, otoritas bea cukai perlu tetap sangat waspada terhadap para penyelundup.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.