Kelompok Penyintas Bom Atom Jepang Menimbang Arah Masa Depan
Kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, diperkirakan akan memutuskan tahun depan apakah akan terus berjalan atau dibubarkan. Para penyintas, yang dikenal sebagai hibakusha, semuanya telah lanjut usia.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Kelompok Penyintas Bom Atom Jepang Menimbang Arah Masa Depan
Kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, diperkirakan akan memutuskan tahun depan apakah akan terus berjalan atau dibubarkan. Para penyintas, yang dikenal sebagai hibakusha, semuanya telah lanjut usia.
Kelompok ini meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2024 atas upayanya mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Rapat umum berkala digelar di Tokyo pada hari Rabu dan Kamis. Salah satu topik yang dibahas adalah masa depan kelompok tersebut.
Salah satu usulan yang muncul dalam pertemuan itu adalah mengizinkan orang yang bukan hibakusha, seperti anak dan cucu para penyintas, untuk melanjutkan kelompok ini. Usulan lainnya adalah membubarkan kelompok itu ketika hibakusha tidak lagi dapat menjabat di posisi puncak.
Rapat itu juga membahas usulan mengenai masa depan organisasi daerah kelompok tersebut. Usulan itu bertujuan mempertahankan organisasi di Hiroshima dan Nagasaki sebagai kelompok sipil tetap, sambil membiarkan organisasi lain memutuskan apakah akan terus berjalan atau dibubarkan, bergantung pada keadaan regional.
Usulan-usulan ini akan dibahas selama 12 bulan ke depan. Kesimpulan diharapkan dapat diambil pada rapat umum berkala tahun depan.
Sekretaris Jenderal Nihon Hidankyo Hamasumi Jiro berbicara dalam konferensi pers setelah rapat umum terbaru. Ia mengatakan ingin pembahasan berfokus pada cara mengatasi kesulitan nyata, karena para anggota umumnya berharap dapat melanjutkan aktivitas selama mungkin dan menjaga kelompok tetap berjalan.
Ia menambahkan bahwa ia berharap kelompok ini menjadi tempat setiap anggota menaruh harapan dengan rasa puas.
Sementara itu, peserta sesi rapat umum pada hari Kamis mengadopsi resolusi khusus yang menyerukan pemeliharaan Pasal 9 Konstitusi Jepang dengan tegas. Perdana Menteri Takaichi Sanae bertekad mengubah Konstitusi.
Nihon Hidankyo juga dikenal sebagai Japan Confederation of A- and H-Bomb Sufferers Organizations.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-06-18T16:21:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

