Rekor Serangan Beruang di Jepang: Ancaman Nyata yang Kini Masuk ke Pemukiman
Serangan beruang di Jepang mencapai rekor tertinggi dengan ancaman yang kini meluas dari wilayah pedesaan hingga ke pemukiman di sekitar Tokyo. Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan satu kematian dan lima korban luka sepanjang April akibat pertemuan fatal dengan hewan liar tersebut.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Rekor Serangan Beruang di Jepang: Ancaman Nyata yang Kini Masuk ke Pemukiman

Serangan Beruang Terus Berlanjut
Serangan beruang pada tahun fiskal lalu mencapai rekor tertinggi, dan situasi ini belum mereda pada musim semi ini.
Sesosok jenazah pria ditemukan di kawasan pegunungan Prefektur Iwate, timur laut Jepang, pada Rabu. Polisi menduga pria berusia 85 tahun tersebut tewas akibat serangan beruang.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menyatakan bahwa serangan beruang sepanjang April telah mengakibatkan satu korban jiwa dan lima orang luka-luka.
Tercatat rekor tertinggi sepanjang masa dengan 238 korban pada tahun fiskal 2025 yang berakhir Maret lalu, dengan 13 kasus di antaranya berakibat fatal.
Pakar: Habitat Beruang Kian Meluas
Profesor Sato Yoshikazu dari Universitas Rakuno Gakuen memperingatkan bahwa sebagian besar masalah terkait beruang dipicu oleh habitat mereka yang meluas hingga ke area permukiman.
Sebagai contoh, jumlah penampakan beruang pada Maret ini melonjak dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan populasi ini memicu lebih banyak insiden dan kontak dengan manusia.

Sato menjelaskan bahwa seiring populasi yang bertambah, kawanan beruang mulai merambah ke wilayah manusia. Kini, beruang yang lahir dan besar di sekitar kota maupun permukiman semakin sering terlihat.
Dampaknya, beruang-beruang muda ini tidak lagi menganggap manusia sebagai ancaman seperti generasi sebelumnya. Mereka tumbuh tanpa rasa takut, sehingga menjadi kurang waspada saat berpapasan dengan manusia.
Tren ini telah mengubah masalah yang dulunya bersifat regional menjadi isu nasional. Awal bulan ini, seorang pendaki asing di Okutama, wilayah pegunungan di Tokyo barat, terluka akibat serangan beruang.
Sato menekankan hal terpenting yang perlu dipahami masyarakat: beruang adalah bagian tak terpisahkan dari alam Jepang. Meski mempesona dan menjadi simbol ekosistem yang sehat, hewan liar bukan untuk diajak berteman dengan cara didekati apalagi diberi makan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati keberadaan mereka sebagai hewan liar. Biarkan mereka hidup secara alami dengan tetap mengikuti panduan lokal dan menjaga jarak yang aman.
Sato berpendapat bahwa masalah beruang harus ditangani lewat perspektif jangka panjang, melalui strategi yang memungkinkan manusia dan beruang hidup berdampingan. Kebutuhan akan tenaga ahli yang terlatih khusus juga kian mendesak.
Pemerintah Jepang meluncurkan peta jalan penanggulangan baru yang mencakup peningkatan jumlah personel manajemen beruang lokal hingga tiga kali lipat, menjadi sekitar 2.500 orang pada tahun 2030.
Mereka membutuhkan kepastian kerja agar dapat menjalankan tugas secara efektif. Dengan begitu, kita bisa membangun komunitas yang tangguh menghadapi ancaman beruang dalam jangka panjang, ujar Sato.
Saat Beruang Masuk ke Kawasan Perkotaan | NHK WORLD-JAPAN News
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.