Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Hubungan Jepang-China Memanas, Diplomasi Diuji Usai Kemenangan Takaichi

NHK mewawancarai Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji, soal memburuknya hubungan bilateral di tengah ketegangan yang dipicu pernyataan Takaichi Sanae terkait Taiwan. Tokyo menilai dialog tetap penting untuk menstabilkan hubungan, meski China terus meningkatkan tekanan, termasuk lewat kontrol ekspor.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji, membahas hubungan bilateral Jepang-China di tengah meningkatnya ketegangan.

Visual Utama

Hubungan Jepang-China Memanas, Diplomasi Diuji Usai Kemenangan Takaichi

Tutup
Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji, membahas hubungan bilateral Jepang-China di tengah meningkatnya ketegangan.

Perdana Menteri Jepang, Takaichi Sanae, kini berada di posisi kuat setelah meraih kemenangan telak dalam pemilu. Perhatian besar sekarang tertuju pada arti hasil itu bagi hubungan Tokyo dan Beijing. China terus menunjukkan ketidaksenangannya sejak November lalu, ketika Takaichi mengatakan bahwa kemungkinan keadaan darurat terkait Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang.

China Perketat Kontrol Ekspor

Jepang meyakini dialog dapat menempatkan hubungan di jalur yang stabil dan menguntungkan kedua pihak, kata Duta Besar Kanasugi di Beijing bulan lalu, sebelum kemenangan telak Takaichi dalam pemilu. Namun, hingga kini China belum menunjukkan tanda-tanda akan merespons.

Para pemimpin di Beijing terus meningkatkan tekanan terhadap Tokyo sejak komentar Takaichi. Pada awal Januari, Kementerian Perdagangan China mengumumkan pengetatan kontrol ekspor ke Jepang untuk barang yang oleh Beijing disebut sebagai barang serbaguna, yakni barang yang dapat digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. Daftar itu mencakup unsur tanah jarang, yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi.

Beijing belum menjelaskan bagaimana aturan ini akan benar-benar diterapkan, tetapi Kamar Dagang dan Industri Jepang di China telah meminta kepastian bahwa langkah tersebut tidak akan memengaruhi ekspor barang untuk penggunaan sipil.

Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji, berbicara kepada NHK pada awal Januari.
Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji, berbicara kepada NHK pada awal Januari.

China Minta Warganya Hindari Jepang

Pejabat di Beijing bahkan meminta warga China menahan diri untuk bepergian ke Jepang. Banyak yang mematuhinya. Japan National Tourism Organization mencatat jumlah pengunjung dari China pada Desember 2025 turun 45,3 persen dibanding setahun sebelumnya.

Beberapa bulan terakhir juga diwarnai lonjakan klaim tak berdasar tentang Jepang. China menuduh Jepang sedang menempuh kembali jalan militerisme dan bahkan ingin menjadi negara berkekuatan nuklir. China juga mengklaim bahwa keamanan publik di Jepang tidak stabil.

Duta Besar Kanasugi menunjukkan bahwa sikap Beijing yang kian keras terhadap Tokyo bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua tahun lalu. China juga tengah memperkuat narasinya terkait Taiwan.

Ia juga mengatakan Tokyo harus terus membantah setiap klaim palsu tentang Jepang, tanpa menutup pintu. Kita harus terus menunjukkan bahwa kita terbuka untuk berdialog. Dan ketika peluang komunikasi muncul, Jepang harus memperjelas posisinya sambil mencari celah yang dapat mendorong hubungan yang stabil.

Perhatian Beijing ke Arah Lain

Presiden AS Donald Trump dilaporkan berencana mengunjungi China pada April untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping. Pembicaraan itu berlangsung ketika Beijing menempatkan hubungan dengan Washington sebagai prioritas tinggi, dan tampaknya ingin menampilkan status China sebagai negara adidaya global.

Duta Besar Kanasugi mengatakan China mungkin siap mencapai sejumlah kesepakatan dengan Trump menjelang pemilu paruh waktu AS pada musim gugur tahun ini, seperti mengurangi defisit perdagangan AS atau bekerja sama dalam pengendalian narkoba.

Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji
Duta Besar Jepang untuk China, Kanasugi Kenji

China juga dijadwalkan memimpin KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik pada November. Dengan begitu banyak hal yang sedang berlangsung, muncul pertanyaan: apakah hubungan dengan Jepang benar-benar masuk dalam daftar prioritas Beijing?

Meski begitu, Kanasugi menilai kesabaran dan pragmatisme adalah pendekatan yang tepat. Ia mengatakan dirinya makin menyadari betapa cepatnya China berubah, dan berharap masyarakat Jepang juga bisa melihat serta memahami hal itu.

Sangat disayangkan karena dialog yang terjadi masih sangat terbatas. Namun, kita harus menemukan cara agar dapat saling memahami.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.