Panel Jepang Peringatkan Gempa Tokyo Bisa Picu Krisis Nasional
Panel pemerintah memperingatkan gempa besar tepat di bawah Tokyo dapat menewaskan hingga 18.000 orang dan merusak 400.000 bangunan. Sekitar 70 persen kerusakan diprediksi akibat kebakaran, menuntut kesiapsiagaan semua lapisan masyarakat.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Panel Jepang Peringatkan Gempa Tokyo Bisa Picu Krisis Nasional

Panel meninjau perkiraan yang dirilis 12 tahun lalu, dengan memperhitungkan kemajuan dalam langkah pencegahan bencana dan perubahan sosial selama periode tersebut. Mereka menyerahkan perkiraan kerusakan terbaru kepada Menteri Manajemen Bencana Akama Jiro pada hari Jumat.

Penilaian terbaru menganalisis 24 skenario gempa yang mungkin terjadi, dengan pusat gempa berada di dalam maupun sekitar wilayah Metropolitan Tokyo.
Dalam salah satu skenario, gempa berkekuatan magnitudo 7,3 melanda tepat di bawah bagian selatan pusat Tokyo. Wilayah luas termasuk Tokyo dan prefektur tetangga Saitama, Chiba, dan Kanagawa diperkirakan akan mengalami guncangan setidaknya skala 6 rendah dalam skala intensitas seismik Jepang dari nol hingga 7, dengan beberapa daerah mungkin mencapai intensitas maksimum 7.

Perkiraan menyatakan bahwa dalam skenario terburuk, jika gempa terjadi pada malam musim dingin yang berangin, korban tewas dapat meningkat hingga 18.000 orang dan 400.000 bangunan bisa hancur akibat guncangan atau kebakaran. Sekitar 70 persen kerusakan diperkirakan disebabkan oleh kebakaran.
Proyeksi jumlah korban tewas dan bangunan rusak masing-masing sekitar 20 dan 30 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya, mencerminkan kemajuan dalam membangun rumah tahan gempa dan mengurangi kepadatan kawasan. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tetap akan sangat besar.

Hingga 24 juta orang dapat terdampak pemadaman listrik, dan sebanyak 8,4 juta orang mungkin tidak bisa kembali ke rumah.
Penilaian memperingatkan bahwa dampak ekonomi bisa dirasakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri jika pengurangan tenaga kerja dan gangguan produksi berlangsung lama, sehingga memicu kegagalan bisnis.
Warga Asing Kemungkinan Menghadapi Kesulitan Saat Potensi Gempa Bumi Tokyo
Memberikan dukungan kepada warga negara asing diperkirakan akan menjadi tantangan jika terjadi gempa besar yang langsung melanda wilayah Tokyo.
Tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara mencapai rekor 36 juta orang, banyak di antaranya mengunjungi Tokyo dan sekitarnya.

Populasi warga asing juga terus bertambah, dengan sekitar 40 persen tinggal di Tokyo dan prefektur tetangga seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa.
Pada Juli lalu, saat peringatan dan imbauan tsunami diterbitkan menyusul gempa kuat di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Timur Jauh Rusia, banyak warga asing merasa bingung akibat terganggunya layanan transportasi.
Jika gempa besar melanda wilayah metropolitan Tokyo, warga asing berisiko terjebak dalam kebakaran atau situasi berbahaya lain karena informasi penting tidak tersedia dalam bahasa mereka sehingga mereka sulit mengungsi.
Mereka juga bisa terisolasi di pusat evakuasi dan mungkin kesulitan menerima dukungan yang diperlukan.
Informasi Palsu Menghambat Penyelamatan
Risiko lain yang diwaspadai para ahli adalah penyebaran informasi palsu melalui media sosial dan saluran lainnya. Pada 2016, saat dua gempa besar berturut-turut mengguncang Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang, beredar kabar bohong tentang singa yang lepas dari kebun binatang.
Menyaring kebenaran semakin sulit seiring meluasnya penggunaan AI generatif. Informasi palsu bisa menghambat evakuasi dan operasi penyelamatan, serta menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

