Akita Uji Drone untuk Cegah Serangan Beruang
Serangan beruang di Jepang meningkat tahun ini, dengan 13 korban tewas dan lebih dari 200 orang terluka sejak April menurut perkiraan NHK. Di Prefektur Akita, drone diuji sebagai sarana memantau keberadaan beruang dan menyiarkan peringatan keselamatan kepada warga.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Akita Uji Drone untuk Cegah Serangan Beruang


Untuk mengatasi masalah beruang, sebuah demonstrasi uji coba selama tiga hari digelar pada bulan Oktober guna mengeksplorasi cara pemanfaatan drone. Uji coba ini dipimpin Yoshikawa Fumitaka, kepala organisasi yang mengerahkan drone dan operator drone saat bencana, yang meminta bantuan pemburu tradisional Jepang Masuda Ko untuk meminjamkan keahliannya.
Sistem Peringatan Suara
Eksperimen pertama bertujuan melihat apakah drone dapat digunakan untuk memperingatkan orang-orang tentang keberadaan beruang di sekitar. Peringatan suara bertuliskan Pelatihan drone sedang berlangsung diputar dari pengeras suara pada perangkat dan dapat terdengar dalam radius 200 meter.

Memutar peringatan suara saat drone mendekati beruang menimbulkan efek yang tidak terduga. Hewan-hewan itu lari ke gunung setelah menyadari adanya suara tersebut.
Masuda mengatakan bahwa menemukan beruang dan mengusirnya adalah hal yang penting. Namun, jika beruang lari ke arah yang tidak terduga, keadaan akan menjadi sulit. Persoalan utamanya adalah apakah pergerakan beruang dapat dikendalikan dengan menggunakan drone.
Memantau Beruang
Tim melakukan uji lain untuk melihat apakah drone dapat mendeteksi beruang pada malam hari. Sebagian besar pertemuan antara beruang dan manusia terjadi dari senja hingga fajar, ketika kondisi di luar gelap.
Sensor inframerah digunakan untuk mendeteksi keberadaan hewan tersebut. Tim dapat melihat sosok beruang dengan jelas di area persawahan di wilayah pegunungan.

Drone itu kemudian menyalakan lampu sorot untuk mencoba mengarahkan pergerakan beruang, tetapi hewan-hewan tersebut tampaknya tidak terganggu oleh cahaya itu.
Hasil ini mungkin sedikit mengecewakan, tetapi tim bertekad untuk terus melangkah. Mereka berharap perangkat tersebut dapat mulai digunakan pada akhir tahun fiskal mendatang.

Yoshikawa mengatakan, menurut Kami penggunaan drone akan memungkinkan penerapan langkah keselamatan yang efektif tanpa memerlukan banyak personel.
Ia menambahkan, Tujuan kami adalah agar warga setempat dapat menangani masalah ini sendiri.
Lonceng Beruang dan Pintu Manual
Serizawa Marina adalah reporter biro NHK Akita yang meliput proyek drone tersebut. Meski teknologi modern mungkin menawarkan solusi baru untuk menghadapi meningkatnya serangan beruang, ia mencatat bahwa semakin banyak warga Prefektur Akita yang mengenakan lonceng beruang saat bepergian ke luar.
Lonceng itu dirancang untuk memberi tahu beruang tentang keberadaan kita agar hewan itu tidak terkejut. Saya selalu menggantungkan satu di tas saat pergi keluar, ujarnya.

Ini terjadi setelah beberapa serangan beruang terjadi di dekat kawasan permukiman. Dalam satu kasus, seorang pria diserang beruang di luar rumahnya saat hendak berjalan-jalan. Dalam kasus lain, seorang pria diserang di ladang dekat rumahnya.
Seiring beredarnya video daring yang memperlihatkan beruang masuk ke gedung melalui pintu otomatis, banyak tempat di prefektur itu untuk sementara mengalihkannya ke pengoperasian manual guna mencegah hal serupa.

Pemerintah prefektur juga telah mempekerjakan perusahaan keamanan swasta untuk berpatroli di sekitar sekolah, serta menyalakan kembang api dan petasan di area semak-semak yang mungkin menjadi tempat persembunyian beruang.
Lebih Banyak Berada di Rumah
Terlepas dari berbagai langkah tersebut, warga kini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan sebagai langkah pencegahan. Berdasarkan data telepon seluler, arus pejalan kaki di pusat Kota Akita turun 17 persen pada bulan Oktober dibandingkan tahun lalu.
Serizawa mengatakan bahwa situasi ini kembali ke tingkat yang pernah terlihat selama pandemi virus corona.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.