Fakultas Studi Dinosaurus Pertama di Jepang Resmi Dibuka
Jepang meresmikan fakultas universitas pertama yang didedikasikan untuk studi dinosaurus pada musim semi ini demi membantu memecahkan berbagai tantangan umat manusia. Berpusat di Fukui, program ini menyoroti kekayaan prasejarah kawasan tersebut termasuk spesies lokal seperti Fukuiraptor dan Fukuisaurus.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Fakultas Studi Dinosaurus Pertama di Jepang Resmi Dibuka

Kerajaan Dinosaurus Jepang

Salah satu pemandangan pertama yang menyambut penumpang kereta cepat saat tiba di Stasiun Fukui adalah deretan replika dinosaurus seukuran aslinya.
Terdapat Tyrannosaurus yang populer serta Triceratops. Ada pula spesies yang dinamai menurut wilayah ini, seperti Fukuiraptor kitadaniensis, Fukuisaurus, dan Fukuititan nipponensis.
Fosil ketiga spesies tersebut ditemukan di Prefektur Fukui, Jepang tengah, wilayah yang dijuluki Kerajaan Dinosaurus Jepang. Sekitar 80 persen fosil dinosaurus di negara ini ditemukan di sini.

Universitas Prefektur Fukui membuka Fakultas Paleontologi Dinosaurus pada bulan April, yang merupakan fakultas pertama sejenisnya di Jepang.
Fakultas ini sangat diminati sehingga persaingan masuk pun begitu ketat. Rasio kelulusannya berkisar satu berbanding tujuh pada seleksi tahap pertama dan satu berbanding sekitar 27 pada tahap kedua.

Angkatan pertama ini terdiri dari 34 mahasiswa dari seluruh penjuru negeri, mulai dari Hokkaido hingga Okinawa. Salah satunya adalah Niklai Ryunosuke, yang mengaku sudah menyukai dinosaurus sejak kecil.

Niklai mengaku sudah lama tertarik pada evolusi dan persebaran dinosaurus. 'Saya ingin menjadi kurator museum atau dosen universitas di masa depan agar bisa terus meneliti,' ujarnya. Ia berharap dapat memperdalam pengetahuan tentang dinosaurus dan organisme purba demi mewujudkan cita-cita tersebut.
Kurikulum Kuliah dan Kerja Lapangan
Mahasiswa di fakultas ini mengawali program dengan mengambil berbagai mata kuliah umum. Mulai tahun kedua, mereka akan mengikuti perkuliahan yang berfokus pada pengetahuan mendalam mengenai dinosaurus serta metode penelitiannya.
Memasuki tahun ketiga, mahasiswa dibagi ke dalam dua konsentrasi. Pertama adalah Dinosaurus dan Paleontologi yang mempelajari evolusi dinosaurus dan sejarah kehidupan. Program kedua adalah Geologi dan Lingkungan Purba, yang mendalami kondisi lingkungan serta lapisan Bumi pada era dinosaurus.
Para mahasiswa juga berkesempatan melakukan kerja lapangan di lokasi penemuan fosil terbanyak di Jepang. Selain itu, sejak tahun pertama, mereka sudah bisa terlibat langsung membantu pameran di berbagai museum dinosaurus di Prefektur Fukui.

Para mahasiswa tampak sangat antusias mengikuti kegiatan lapangan tersebut. Salah satu mahasiswa mengaku terharu bisa terlibat langsung dalam penggalian yang sebelumnya hanya bisa ia saksikan melalui buku atau tayangan televisi.
Bukan Sekadar Mencetak Peneliti Dinosaurus
Dekan fakultas Nishi Hiroshi menjelaskan bahwa tujuan pendirian fakultas ini bukan hanya untuk melahirkan peneliti dinosaurus.

Nishi menyatakan bahwa Fukui merupakan lokasi paling ideal untuk riset paleontologi karena dinosaurus telah menjadi ikon daerah tersebut. Namun, ia juga berharap para mahasiswa dapat mempelajari ilmu pengetahuan alam secara luas melalui subjek dinosaurus.
Sebagai contoh, perkuliahan pengantar geologi rutin diselenggarakan setiap minggu.
Mempelajari stratum, yakni lapisan batuan tempat fosil dinosaurus terkubur, merupakan langkah awal untuk memahami makhluk purba ini. Melalui lapisan tersebut, para mahasiswa juga mempelajari kondisi lingkungan global pada era tersebut.
Melalui metode ini, mereka menguasai pengetahuan dasar tentang dinosaurus, termasuk aspek biologi.
Tujuan utamanya adalah membantu mahasiswa memahami latar belakang serta pengetahuan yang telah dihimpun manusia dari masa lalu mengenai dampak perubahan iklim, seperti pemanasan global dan cuaca ekstrem.
Isa Nikki, mahasiswa asal Prefektur Okinawa, mengungkapkan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mendalami bidang astronomi di masa depan.

Sebenarnya, jika dibandingkan mahasiswa lain, saya tidak begitu fanatik dengan dinosaurus, akunya. Saya lebih tertarik mencari kehidupan di luar angkasa dan berpikir bahwa organisme primitif yang dulu ada di Bumi mungkin saja eksis di suatu tempat di jagat raya. Saya ingin mempelajari lingkungan purba dan asal-usul kehidupan di fakultas ini, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya kehidupan ekstraterestrial.
Teknologi Digital dalam Pelestarian Fosil
Fakultas tersebut menyelenggarakan perkuliahan yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari metode penelitian terbaru berbasis teknologi digital.
Profesor Kawabe Soichiro, pengampu mata kuliah tersebut, merupakan spesialis penelitian digital dinosaurus yang memanfaatkan pemindaian CT sinar-X.

Dahulu, fosil harus dipotong untuk memahami struktur internal tubuh dinosaurus. Masalahnya, sekali dipotong, bagian tersebut sulit dikembalikan ke bentuk semula. Selain itu, analisis akurat terhadap otak dan saraf juga menjadi sulit dilakukan.
Namun, pemindaian CT menggunakan sinar-X dapat menghasilkan gambar penampang tanpa perlu memotong fosil. Dengan mengamati struktur internal secara mendetail, bentuk organ seperti otak dan saraf pun dapat dipahami dengan lebih akurat.

Dalam penelitian sebelumnya, Profesor Kawabe menemukan bahwa rahang bawah Tyrannosaurus lebih berkembang dibandingkan dinosaurus lain. Ia menyimpulkan bahwa Tyrannosaurus kemungkinan besar mampu melakukan gerakan halus, seperti menggendong anak dengan mulut atau memotong bagian tertentu dari mangsanya.
Temuan ini didasarkan pada analisis Profesor Kawabe terhadap fosil rahang bawah Tyrannosaurus melalui pemindaian CT serta pengamatan mendetail pada struktur neurovaskularnya.

Fakultas ini berupaya mengintegrasikan berbagai perangkat digital dengan memasang pemindai CT dan pemindai laser berukuran besar. Ia meyakini bahwa langkah ini akan membawa penelitian dinosaurus ke tingkat yang jauh lebih maju dari sebelumnya.
Ia menyatakan bahwa melalui penelitian ini, para mahasiswa tidak hanya akan merasakan keseruan mempelajari dinosaurus, tetapi juga memahami pentingnya metode penelitian yang memanfaatkan teknologi terbaru.
Manusia kini dituntut untuk beradaptasi dengan beragam perubahan lingkungan, seperti bencana alam dan pemanasan global.
Di tengah situasi ini, Dekan Fakultas Nishi Hiroshi menyatakan bahwa fakultas tersebut bertujuan mengembangkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

Mahasiswa tidak hanya akan mempelajari dinosaurus, tetapi juga berbagai cabang ilmu pengetahuan alam. Bidang ilmu ini berkaitan erat dengan beragam tantangan yang dihadapi umat manusia, seperti bencana dan pemanasan global. Dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun lalu, saat ini kita harus memperdalam penelitian mengenai perubahan lingkungan global, memberikan solusi, serta membina sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi masyarakat. Ia meyakini itulah nilai penting dari pendirian fakultas dinosaurus di era sekarang.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.