Panas Menyengat di Hokkaido Cetak Rekor, Suhu Kota Kitami Tembus 39 Derajat Celsius
Prefektur Hokkaido mencatat rekor suhu ekstrem dengan Kota Kitami mencapai 39,0 derajat Celsius dan Kota Obihiro melampaui 38 derajat pada Kamis. Cuaca terik ini melanda sebagian besar wilayah Jepang termasuk area utara yang biasanya lebih sejuk.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Panas Menyengat di Hokkaido Cetak Rekor, Suhu Kota Kitami Tembus 39 Derajat Celsius

Hokkaido Terpanggang Suhu Panas yang Tak Lazim
Aoki Midori dari NHK World melaporkan dari Kota Obihiro, salah satu wilayah terpanas di Jepang pada hari Kamis, meski lokasinya berada jauh di utara.

T: Bagaimana rasanya berada di salah satu titik terpanas di Jepang saat ini?
J: Saya sudah tinggal di sini selama 2 tahun dan belum pernah merasakan panas sehebat ini. Kami berada di wilayah Tokachi, yang telah masuk dalam peringatan sengatan panas selama tiga hari berturut-turut. Namun, hari ini jelas merupakan yang terburuk. Matahari sangat menyengat... suhunya sudah terasa panas bahkan sejak pagi hari.

Saya tidak tahu apakah terlihat di kamera, tapi keringat saya tidak berhenti mengucur! Rasanya seperti kulit terbakar. Sungguh sulit dipercaya Hokkaido bisa mengalami panas seluar biasa ini.
T: Wilayah ini memang tidak biasa menghadapi cuaca panas seperti ini, bukan?
J: Benar sekali. Karena Hokkaido biasanya memiliki musim panas yang lebih sejuk, banyak bangunan di sini tidak dilengkapi pendingin ruangan. Akibatnya, risiko heatstroke tetap ada meski Anda berada di dalam ruangan.
Rumah sakit dan sekolah berupaya menjaga suhu tetap sejuk dengan berbagai cara, seperti memasang kipas angin. Namun, beberapa sekolah mengambil langkah lebih ekstrem dengan mempersingkat atau bahkan membatalkan jam pelajaran.
Petugas juga mendatangi rumah warga satu per satu untuk memastikan keselamatan mereka. Mereka mengunjungi penduduk lansia guna memastikan kebutuhan hidrasi terpenuhi. Selain itu, tempat berteduh yang sejuk telah disiapkan di sejumlah fasilitas umum.

Namun, cuaca panas ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat. Dampaknya terhadap mata pencaharian warga pun kini mulai dikhawatirkan.
Wilayah ini merupakan salah satu pusat industri susu di Jepang. Banyak dokter hewan melaporkan bahwa heatstroke juga menghantam populasi sapi di sana. Lahan pertanian pun terdampak; jika cuaca panas terus berlanjut, tanaman terancam mati.

Jika suhu tidak segera turun, masyarakat di seluruh Jepang akan mulai merasakan dampaknya langsung di meja makan mereka.
Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Hokkaido
Cuaca sepanas ini di wilayah utara Jepang tergolong sangat jarang. Meteorolog NHK World, Tsietsi Monare, menjelaskan beberapa faktor penyebab mengapa fenomena ini terjadi sekarang.

Terdapat aliran udara panas dari China utara yang sebenarnya lumrah untuk waktu seperti sekarang. Namun, kondisinya menjadi lebih intens bagi penduduk di timur laut Hokkaido saat udara panas tersebut bertemu dengan fenomena 'Efek Foehn'. Menurutnya, Efek Foehn dipicu oleh angin barat kencang yang bertiup menuju Hokkaido.

Tsietsi menjelaskan bahwa udara hangat dan kering bergerak turun di sepanjang lereng gunung, sementara massa udara dingin tertahan oleh punggung gunung. Hal ini memicu terbentuknya kubah panas yang intens atau gelombang panas.
Selama kurang lebih 100 tahun terakhir, kita telah menyaksikan kenaikan suhu akibat perubahan iklim. Sayangnya, tahun ini—sama seperti 2023 dan 2024—anomali-anomali cuaca seperti ini diperkirakan akan terus berlanjut, tambahnya.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.



