Perjalanan Terakhir Cassiopeia: Kereta Malam Mewah Jepang Resmi Pensiun setelah 26 Tahun
Cassiopeia, kereta tidur mewah rute Tokyo-Hokkaido, resmi mengakhiri 26 tahun masa baktinya dengan perjalanan terakhir menuju Stasiun Ueno. Ratusan penggemar memadati stasiun untuk melepas kepergian layanan legendaris yang membawa 120 penumpang terakhir ini.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Perjalanan Terakhir Cassiopeia: Kereta Malam Mewah Jepang Resmi Pensiun setelah 26 Tahun

Lautan Manusia Padati Stasiun demi Perjalanan Terakhir Kereta
Senin siang, kereta tersebut bertolak dari Stasiun Sendai di Prefektur Miyagi dengan membawa sekitar 120 penumpang. Di peron, para pencinta kereta api berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sedih rasanya, tapi karena sudah pernah naik sekali, saya tidak menyesal, ungkap seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang datang berkunjung. Ia pun berterima kasih atas 26 tahun masa pengabdian sang kereta.
Menjelajahi Rel sejak 1999

Kereta ini mulai beroperasi pada 1999 sebagai layanan kereta tidur mewah yang menghubungkan Stasiun Ueno dengan Sapporo di Hokkaido.
Ekspres ini merupakan kereta tidur tingkat penuh pertama milik Japan Railway yang dilengkapi gerbong lounge berpemandangan panorama serta gerbong makan layaknya hotel. Ciri khasnya adalah badan gerbong berwarna perak.

Namun, layanan regulernya berakhir pada 2016 seiring dengan peluncuran jalur kereta cepat Hokkaido Shinkansen.

East Japan Railway sempat mengoperasikan kereta ini secara tidak rutin khusus untuk perjalanan wisata karena popularitasnya yang tetap tinggi. Namun, pihak perusahaan mengumumkan pada Mei bahwa kereta tersebut akan dipensiunkan pada Juni karena faktor usia.
Mengukir Kenangan Indah

Sejumlah penggemar kereta tidur ekspres yang beruntung berhasil mengamankan tempat di dalam kereta tersebut.
Salah satu penumpang menaiki Cassiopeia bersama putrinya, yang bercerita bahwa tidur di dalam kereta terasa sangat menyenangkan.
Bagi sang ayah, daya tarik utama kereta tidur adalah menikmati langit malam dan pemandangan sekitar. Ia bercerita bahwa jika menggunakan Shinkansen, perjalanan terasa berlalu terlalu cepat.
Ia pun berharap agar sang putri mendapatkan kenangan indah dari perjalanan mereka kali ini.

Seorang penumpang berusia 40-an mengaku menaiki Cassiopeia bersama istrinya untuk merayakan 20 tahun pernikahan. Ia telah menggunakan layanan ekspres ini lebih dari 10 kali dan menyimpan banyak kenangan manis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ia menambahkan bahwa meski beberapa gerbong mulai menua dan catnya terkelupas di sana-sini, ia merasa kereta tersebut telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Analisis Pakar: Kereta Tidur Ekspres dan Masa Pertumbuhan Ekonomi Pesat

Kereta tidur ekspres pernah beroperasi di seluruh penjuru negeri dan menjadi moda transportasi yang sangat populer.
Kereta tidur di Jepang populer dengan sebutan Blue Trains.

Jurnalis perkeretaapian Umehara Jun menyebutkan bahwa kehadiran kereta tidur ini turut menyokong masa pertumbuhan ekonomi yang pesat di Jepang.

Ia mencatat bahwa berdasarkan statistik dari Japanese National Railways, terdapat sekitar 20 juta pengguna setiap tahunnya.
Namun, layanan kereta ekspres di Jepang perlahan mulai dihapuskan seiring semakin mudahnya akses moda transportasi lain seperti kereta cepat Shinkansen, pesawat terbang, dan jaringan jalan tol.
Kini, Sunrise Seto dan Sunrise Izumo menjadi satu-satunya layanan kereta tidur ekspres terbatas yang masih beroperasi secara reguler.

Kereta Ekspres Malam Baru Siap Meluncur pada 2027

East Japan Railway mengumumkan rencana peluncuran kereta ekspres malam baru yang menghubungkan wilayah metropolitan Tokyo dengan wilayah Tohoku di timur laut pada musim semi 2027. Rangkaian kereta ini akan dibalut dengan dua nuansa warna biru.
Kereta tersebut akan menyediakan kompartemen pribadi untuk satu hingga empat orang dengan kursi yang dapat direbahkan sepenuhnya. Pihak perusahaan tengah mempertimbangkan jadwal perjalanan selama 12 jam, misalnya berangkat dari Tokyo pukul 9:00 p.m. dan tiba di Stasiun Aomori pukul 9:00 a.m. keesokan harinya.
Nama kereta, tarif, dan frekuensi layanan saat ini masih dalam tahap penentuan.

Kise Yoichi, Presiden dan CEO East Japan Railway, berharap layanan baru ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke wilayah Tohoku.
Kise menyatakan bahwa perusahaan ingin menawarkan konsep perjalanan malam yang benar-benar segar bagi para penumpang melalui fasilitas kompartemen pribadi tersebut.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
