Dahaga Global Akan Matcha: Tantangan Besar bagi Industri Teh Hijau Jepang
Lonjakan popularitas matcha di pasar internasional memicu berbagai inovasi kuliner unik sekaligus memberikan tekanan besar bagi petani teh di Jepang. Para produsen kini berjuang keras untuk memenuhi permintaan dunia tanpa mengorbankan standar kualitas dan tradisi yang selama ini dijaga.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Dahaga Global Akan Matcha: Tantangan Besar bagi Industri Teh Hijau Jepang

Gelaran tahunan Matcha Green Tea Marche di Tokyo menawarkan beragam pilihan bagi setiap pengunjung: mulai dari teh kocok tradisional, aneka es krim dan kembang gula, hingga hidangan unik seperti bir dan kari.

Banyaknya pengunjung mancanegara pada gelaran Maret lalu mencerminkan popularitas matcha yang terus meroket. Satu keluarga asal Amerika Serikat bahkan menyempatkan diri untuk mampir langsung setibanya dari bandara.

Daya Tarik Influencer
Eric Gower, seorang importir matcha asal California, menilai lonjakan tren ini dipicu oleh besarnya pengaruh para influencer di media sosial.

Ia menyebut unggahan-unggahan tersebut membuat matcha sulit ditolak lewat narasi yang menjanjikan ketenangan, tubuh ideal, hingga gaya yang keren saat meminumnya. Baginya, ini adalah sebuah cerita indah yang sangat memikat.

Produsen Kewalahan Hadapi Lonjakan Permintaan
Tahun lalu, ekspor teh hijau Jepang melampaui 250 juta dolar, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade silam. Secara global, pasar matcha kini diperkirakan bernilai 4,2 miliar dolar.

Para pemasok di Jepang berjuang keras mengimbangi permintaan. Salah satunya CHATO di Prefektur Shizuoka, yang harus membangun pabrik baru guna menangani pesanan yang terus berdatangan.
Pasar ekspor utama perusahaan ini adalah Amerika Serikat dan Jerman, namun pimpinan Kato Shigeki mengungkapkan bahwa permintaan kini membanjir dari negara-negara lain. Sering kali, ia tak punya pilihan selain menolak pesanan tersebut.

Produksi teh sangat padat karya, sehingga sejumlah produsen Jepang mulai beralih ke otomatisasi untuk menyiasati krisis tenaga kerja yang kronis.
Gower mengungkapkan bahwa ia sempat diperingatkan di awal tahun mengenai potensi kendala stok. 'Ada banyak calon pembeli yang sudah siap dengan kartu kredit untuk mendapatkan matcha kualitas premium, namun kami tetap tidak bisa memenuhinya,' jelasnya.

Persaingan Baru yang Mengancam Harga
Krisis pasokan dan kelangkaan tenaga kerja bukan satu-satunya tantangan bagi Jepang. Munculnya produsen matcha dari Tiongkok, Korea Selatan, hingga Vietnam membuat persaingan industri ini kian sengit.

Profesor Nakamura Yoriyuki dari Universitas Shizuoka, pakar pertanian yang telah mengamati pasar matcha selama puluhan tahun, memperingatkan produsen domestik Jepang agar tetap waspada. Kehadiran para pemain baru di pasar global berisiko memicu penurunan harga secara drastis.
Daya Tarik Tradisi Upacara Teh
Walau demikian, industri dalam negeri Jepang masih unggul dalam aspek keaslian dan kualitas. Terlebih lagi, tradisi upacara teh atau 'sado' tetap menjadi daya tarik utama yang populer di kalangan wisatawan.
Takeda Rie, seorang master teh di Tokyo, mengungkapkan bahwa jumlah peserta upacaranya melonjak empat kali lipat dibanding tahun lalu. Sesi berdurasi satu jam ini ditujukan bagi mereka yang berselera tinggi, dan para peserta mendapatkan lebih dari sekadar suguhan minuman.

Rasa pahit matcha ini justru memperkuat aroma floral dan buah dari tehnya, alih-alih mendominasi atau menutupinya, ungkap seorang peserta asal Amerika Serikat.
Matcha yang kami gunakan disimpan selama enam bulan di dalam guci untuk proses pematangan, ujar Takeda. Hal itu menonjolkan kedalaman rasa yang sesungguhnya. Kami menawarkan pengalaman ini agar orang-orang bisa merasakan perbedaannya secara langsung.

Upacara Takeda berlangsung di ruang teh tradisional beralaskan tatami, menawarkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota. Pintu masuknya dibuat sangat rendah sehingga tamu harus merunduk saat masuk — sebuah desain yang bertujuan memupuk rasa rendah hati dan saling menghormati.

Dukungan Pemerintah Jepang
Lonjakan permintaan matcha global menempatkan produsen Jepang di persimpangan jalan. Dukungan kini mengalir dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian yang memberikan subsidi bagi petani untuk memperluas perkebunan teh atau mulai menanam varietas berkualitas matcha.
Keberhasilan ini akan sangat bergantung pada upaya menggenjot ekspor tanpa mengorbankan kualitas unggul yang selama ini membuat matcha Jepang begitu diminati dunia.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

