Jelang Kepindahan ke Tiongkok, Panda Raksasa di Wakayama Tarik Perhatian Ribuan Pengunjung
Warga di Jepang bagian barat memberikan perpisahan hangat kepada empat panda raksasa dari Adventure World sebelum dipindahkan ke Tiongkok pada akhir Juni. Rauhin bersama ketiga putrinya kini memasuki masa karantina setelah terakhir kali menyapa kerumunan pengunjung di area terbuka.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jelang Kepindahan ke Tiongkok, Panda Raksasa di Wakayama Tarik Perhatian Ribuan Pengunjung


Adventure World dipadati pengunjung pada hari Minggu, saat para panda dapat dilihat di area terbuka untuk terakhir kalinya sebelum memasuki masa karantina.
'Saya berada cukup dekat hingga bisa mendengar mereka mengunyah bambu, tapi saya sedih karena mereka tidak akan lagi terlihat di luar ruangan,' ujar seorang pengunjung wanita berusia 20-an.

Pengunjung lain mengaku datang demi mengukir kenangan istimewa bersama putrinya yang masih kecil. Ia sempat bertanya apakah sang putri sedih karena para panda akan pergi, yang dijawab dengan anggukan pelan, 'Ya.'

Para panda tersebut masih dapat dilihat melalui dinding kaca hingga 27 Juni, sebelum bertolak ke Tiongkok pada keesokan harinya.
Kekagetan Para Pencinta Panda
Pihak Adventure World mengumumkan kabar tersebut pada April lalu, menyusul berakhirnya proyek konservasi bersama Tiongkok pada Agustus mendatang.

Kabar ini mengejutkan banyak pencinta panda di Jepang. Mereka kini berbondong-bondong mengucapkan selamat tinggal kepada Rauhin dan putri-putrinya, yang nantinya akan menempati rumah baru di pusat penelitian penangkaran Provinsi Sichuan.
Sejarah panda raksasa di Shirahama bermula sejak 1994. Situs resmi Adventure World mencatat bahwa dua panda pertama tiba sebagai bagian dari studi penangkaran bersama yang inovatif antara Tiongkok dan kebun binatang luar negeri.

Sebanyak 17 anak panda telah lahir di fasilitas tersebut, dengan kelahiran terbaru pada 2020. Hampir semuanya adalah keturunan Eimei, yang mati awal tahun ini.
Diplomat Paling Menggemaskan di Dunia
Pemimpin Tiongkok kerap meminjamkan panda ke negara lain sebagai simbol persahabatan. Namun pada Oktober 1972, mereka menghibahkan sepasang panda—Kang Kang dan Lan Lan—kepada Taman Zoologi Ueno di Tokyo untuk menandai normalisasi hubungan bilateral.

Debut pasangan panda tersebut memikat 18.000 pengunjung dan menandai awal gelombang popularitas panda di Jepang yang tak pernah surut hingga kini.
Simbol Pemulihan di Kobe
Pada tahun 2000, Tiongkok meminjamkan sepasang panda raksasa, Tantan dan Koko, ke Kebun Binatang Oji di Kota Kobe sebagai bentuk niat baik pasca-Gempa Besar Hanshin-Awaji 1995.
Jumlah pengunjung fasilitas tersebut melonjak drastis hingga mencapai 2 juta orang per tahun, menjadikan panda-panda ini sebagai ikon kebanggaan warga Kobe.

Tantan dijadwalkan kembali ke Tiongkok pada 2020, namun ia menetap lebih lama di Jepang karena pandemi virus corona. Ia akhirnya mati pada Maret tahun lalu di usia 28 tahun.
Pejabat Berharap Warisan Ini Terus Berlanjut
Begitu Rauhin dan putri-putrinya pindah ke Tiongkok, Jepang hanya akan menyisakan dua ekor panda raksasa yang keduanya berada di Kebun Binatang Ueno.
Untuk pertama kalinya sejak pertengahan 90-an, tidak akan ada satu pun panda di Shirahama. Para pejabat setempat sangat menyadari potensi dampaknya terhadap sektor pariwisata.
'Meski situasi ekonomi sedang sulit, masyarakat selalu menyambut kabar kelahiran panda dengan gembira,' ujar Numata Hisahiro, ketua asosiasi hotel pemandian air panas setempat. 'Saya khawatir industri ini akan terdampak signifikan setelah mereka pergi.'
Namun, ia yakin ini belum berakhir. 'Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah agar bisa menghadirkan panda di kota Kami sekali lagi.'

Para pengelola Adventure World pun memiliki tekad yang sama.
'Kami ingin terus memanfaatkan keahlian kami dalam perlindungan dan pengembangbiakan panda raksasa selama 30 tahun terakhir,' ujar Direktur Imazu Koji kepada wartawan pada bulan April.
Imazu juga berterima kasih kepada Rauhin yang telah melahirkan 10 bayi selama di Jepang. 'Ia akan dirawat dengan sangat baik di Tiongkok, dan saya berharap ia bisa menikmati waktunya dengan tenang,' tambahnya.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
