Perebutan Kursi Presiden Korea Selatan: Lee Jae-myung Unggul dalam Jajak Pendapat
Korea Selatan bersiap menggelar pemilihan presiden pada 3 Juni mendatang setelah pemakzulan Yoon Suk-yeol. Kandidat oposisi Lee Jae-myung saat ini memimpin jajak pendapat dengan fokus kampanye pada investasi kecerdasan buatan dan industri kreatif K-content.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Perebutan Kursi Presiden Korea Selatan: Lee Jae-myung Unggul dalam Jajak Pendapat

Visi dan Misi Para Kandidat

Lee Jae-myung tengah melakukan safari politik ke berbagai daerah sembari menjaga keunggulan yang meyakinkan. Kampanyenya menitikberatkan pada isu ekonomi, termasuk strategi pengembangan ekonomi Korea Selatan di masa depan.
Lee berjanji mengucurkan investasi besar bagi industri kecerdasan buatan nasional, termasuk mencetak tenaga ahli AI dari generasi muda. Ia juga berkomitmen mengembangkan sektor K-content — meliputi drama televisi, film, dan musik — senilai 50 triliun won atau sekitar 36 miliar dolar.
Saat rival politik menjulukinya pro-Tiongkok dalam debat TV perdana, Lee menganggap kritik tersebut tidak pantas. Ia menyatakan bahwa diplomasi dengan negara-negara besar, termasuk Tiongkok, harus dipandu oleh sikap hati-hati, sembari menegaskan kembali pentingnya aliansi Korea Selatan-AS.
Mengenai kebijakan terhadap Korea Utara, Lee berencana menghidupkan kembali pakta pengurangan ketegangan militer antar-Korea demi menjamin perdamaian di wilayah perbatasan. Ia juga berniat memulihkan kerja sama kemanusiaan dan pertukaran antara kedua Korea.
Lee sering dipandang bersikap keras terhadap Jepang, namun melalui pesan video di media sosial, ia menyebut persepsi itu keliru. Ia menjelaskan bahwa dirinya harus mengambil sikap tegas terkait isu-isu sejarah dan teritorial.
Lee menekankan pentingnya mempromosikan pertukaran sektor swasta dan kerja sama ekonomi dengan Jepang. Ia juga mengaku memiliki kesan positif terhadap rakyat Jepang, merujuk pada pengalamannya mengunjungi negara tersebut berkali-kali.

Sementara itu, Kim memfokuskan upayanya untuk menarik suara pemilih bimbang di berbagai wilayah kunci yang menjadi medan persaingan utama.
Kim menyatakan komitmennya untuk menjadi presiden yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dalam debat perdana, ia memaparkan strategi guna memperbaiki iklim bisnis nasional.
Mengenai keamanan nasional, Kim menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan cegah-tangkal terhadap Korea Utara. Ia menyatakan bahwa Korea Selatan akan mengerahkan aset militer konvensional guna mendukung operasi nuklir AS jika terjadi krisis. Ia juga berjanji memperkuat potensi nuklir Seoul melalui penguasaan teknologi pengayaan uranium dan pemrosesan ulang plutonium untuk tujuan damai.
Menjawab pertanyaan mengenai kelanjutan hubungan persahabatan dengan Jepang yang dirintis Yoon, Kim menyatakan tidak akan ada perselisihan berarti selain isu sejarah dan teritorial, mengingat posisi kedua negara sebagai tetangga dekat.
Hasil Jajak Pendapat: Kandidat Partai Demokrat Memimpin

Dalam jajak pendapat Realmeter terbaru, Lee mempertahankan keunggulan sekitar 10 persen atas Kim yang menempati posisi kedua.
Lee kini mengantongi dukungan 48,1 persen, turun 2,1 persen dari jajak pendapat sebelumnya. Sementara itu, tingkat dukungan Kim mencapai 38,6 persen, naik 3 persen.
Dengan kandidat di posisi ketiga yang hanya mendapat 9,4 persen dukungan, persaingan ini kian mengerucut menjadi perebutan kursi antara dua kandidat teratas.
Jajak pendapat tersebut juga mengungkap persaingan ketat antara Lee yang berhaluan liberal dan Kim, bahkan di wilayah yang secara tradisional merupakan basis konservatif.
Lee berhasil menarik dukungan dari pemilih independen, bahkan dari kalangan konservatif.
Kim Berupaya Galang Kekuatan Konservatif
Kim kini tengah berupaya menyatukan para pemilih konservatif demi memperkuat dukungannya.

Mantan pemimpin PPP, Han Dong-hoon, yang sebelumnya juga mengincar pencalonan presiden, kini bergabung dengan tim kampanye Kim untuk menggalang suara.

Namun, Han Duck-soo memilih untuk tidak membantu Kim. Han mendeklarasikan pencalonannya sebagai kandidat independen sehari sebelum Kim ditunjuk oleh PPP. Pimpinan PPP, yang menilai dukungan Han lebih kuat daripada Kim, sempat mencoba mengusung Han sebagai calon presiden, tetapi para anggota partai menolak usulan tersebut.

Kim menganggap Lee Jun-seok dari Partai Reformasi Baru sebagai rintangan utama menuju kemenangan karena ia memecah dukungan suara konservatif. Kim pun telah secara resmi meminta Lee untuk menggabungkan pencalonan mereka.
Pemimpin sementara PPP pada Rabu menyatakan bahwa kedua kandidat tersebut pada akhirnya harus bersatu. Mantan kandidat presiden PPP, Ahn Cheol-soo, bahkan mengunjungi Lee di sela kampanye untuk menyampaikan permintaan tersebut secara langsung.
Namun, Lee telah menutup kemungkinan untuk bergabung dengan Kim dan menegaskan tidak ada perubahan sikap mengenai masalah tersebut.
Yoon Membayangi Kampanye PPP

Kim dan partainya kini tengah berjuang melepaskan diri dari bayang-bayang warisan politik Yoon.
Pada hari Sabtu, mantan presiden tersebut mengumumkan pengunduran dirinya dari PPP, kemungkinan akibat tekanan dari para petinggi partai. PPP sendiri masih terbelah terkait upaya penggulingan Yoon pasca-deklarasi darurat militer.
Mundurnya Yoon mungkin dapat menarik kembali sejumlah pemilih konservatif yang sebelumnya menjauh akibat skandal darurat militer, namun langkah ini berisiko mengasingkan sebagian pendukung fanatiknya.
Kim, yang pernah menjabat sebagai menteri tenaga kerja di era pemerintahan Yoon, awalnya mendulang dukungan karena menentang pemakzulan sang presiden. Baru-baru ini, ia meminta maaf atas kegagalan upaya darurat militer — langkah yang dinilai sebagai strategi untuk merangkul pemilih moderat.
Tindakan Yoon terus mengusik para pejabat PPP. Pada hari Rabu, ia melakukan kunjungan langka ke bioskop untuk menonton dokumenter berjudul 'Kecurangan Pemilu Korea, Kehendak Tuhan?' bersama sang sutradara. Film tersebut mengeklaim bahwa hasil pemilu Korea Selatan, termasuk pemilu legislatif tahun lalu, telah dimanipulasi — tuduhan yang sempat dijadikan dasar oleh Yoon untuk mendeklarasikan darurat militer.
Menanggapi kabar pemutaran dokumenter itu, para pejabat PPP semakin gencar menjauhkan partai dari Yoon, seraya menegaskan bahwa sang mantan presiden tidak lagi memiliki kaitan apa pun dengan partai tersebut.
Tersisa dua belas hari sebelum pemungutan suara dimulai. Debat televisi dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 27 Mei, yang masing-masing akan menyoroti isu sosial dan politik.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


