Suhu Jepang Melonjak Lampaui 30 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspadai Sengatan Panas
Suhu menyengat hingga 34 derajat Celsius melanda wilayah timur dan barat Jepang, menandai rekor pertama di atas 30 derajat bagi Tokyo tahun ini. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sengatan panas karena kondisi fisik yang belum terbiasa dengan lonjakan suhu mendadak.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Suhu Jepang Melonjak Lampaui 30 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspadai Sengatan Panas

Suhu Melampaui 30 Derajat Celsius di Penjuru Jepang

Cuaca panas bak musim panas melanda wilayah timur dan barat Jepang pada Selasa seiring kondisi cerah akibat sistem tekanan tinggi dan aliran udara hangat. Suhu menyengat ini diperkirakan bertahan setidaknya hingga Rabu.
Hingga Selasa sore, suhu melonjak ke 34 derajat Celsius di Kota Otsuki, Prefektur Yamanashi; 33,5 derajat di Kota Hachioji, Tokyo barat; serta 33 derajat di Kota Itoshima, Prefektur Fukuoka dan Kota Asago, Prefektur Hyogo. Suhu di pusat Tokyo melampaui 30 derajat untuk pertama kalinya tahun ini.
Otoritas mengimbau masyarakat agar lebih waspada guna mencegah sengatan panas karena tubuh belum beradaptasi dengan suhu tinggi di awal tahun ini. Rekomendasi mencakup penggunaan penyejuk udara secara bijak dan rutin minum air.
Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa kondisi atmosfer di Jepang utara sangat tidak stabil. Di wilayah Amami, Prefektur Kagoshima, awan hujan terbentuk akibat aliran udara hangat dan lembap menuju front hujan musiman.
Waspadai potensi sambaran petir, embusan angin kencang, tornado, hujan deras mendadak, serta hujan es.
Perusahaan Wajib Ambil Langkah Cegah Sengatan Panas
Mulai Juni mendatang, pelaku usaha wajib menerapkan langkah-langkah pencegahan sengatan panas. Ketentuan ini mencakup pembuatan sistem deteksi pekerja yang terdampak, pemberian pertolongan pertama untuk mendinginkan suhu tubuh, hingga penanganan segera ke rumah sakit. Perusahaan yang melanggar akan dikenakan sanksi.
Langkah-langkah ini diambil menyusul gelombang panas menyengat yang memakan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, tercatat 120 orang meninggal dunia dan lebih dari 97.500 orang dilarikan ke rumah sakit akibat sengatan panas.

Di Tokyo, berbagai seminar digelar untuk mengedukasi pelaku usaha mengenai kepatuhan terhadap aturan baru tersebut. Banyak perusahaan kini bergegas untuk ikut berpartisipasi.
Manajer perusahaan diinstruksikan untuk memantau staf secara berkala serta menerapkan sistem kerja berpasangan agar gangguan kesehatan akibat panas dapat segera dideteksi dan ditangani.
Pakaian Pendingin Kian Populer
Pakaian kerja yang dilengkapi fitur pendingin kini semakin diminati oleh masyarakat.

Salah satu produk unggulannya adalah rompi pendingin berpelat aluminium yang dikenal sebagai perangkat Peltier. Sejak mulai dijual pada akhir Maret, rompi ini sangat populer dengan total penjualan menembus 20.000 unit. Setengah dari penjualannya berasal dari kalangan korporasi, terutama di sektor konstruksi.
Kaus dan jaket berbahan serat khusus yang memanfaatkan keringat untuk mendinginkan tubuh dilaporkan laris manis terjual.
Risiko Keracunan Makanan di Musim Hujan
Masyarakat juga perlu mewaspadai datangnya musim hujan. Risiko keracunan makanan meningkat seiring pesatnya pertumbuhan bakteri dan virus berbahaya di tengah kelembapan tinggi.
Para ahli mengimbau kewaspadaan tinggi saat suhu mencapai kisaran 25 hingga 40 derajat Celsius, yaitu kondisi ketika bakteri dan virus berkembang biak paling cepat.
Kementerian Kesehatan menetapkan tiga prinsip dasar untuk mencegah keracunan makanan.

Prinsip pertama adalah mencegah bakteri menempel pada bahan makanan.
Masyarakat disarankan menggunakan pisau dan talenan berbeda untuk tiap jenis bahan pangan. Daging dan ikan sebaiknya dipotong paling akhir guna meminimalkan risiko kontaminasi.
Tas belanja pakai ulang juga berpotensi menjadi sumber bahaya yang perlu diperhatikan.
Cairan yang bocor dari kemasan daging, unggas, atau hasil laut di dalam tas belanja dapat memicu kontaminasi jika kuman berbahaya menempel. Oleh karena itu, tas belanja harus dicuci atau disanitasi secara rutin.
Cara Mencegah Kontaminasi

Prinsip kedua adalah memanaskan makanan secara menyeluruh guna membunuh bakteri. Para ahli menyatakan bahwa sebagian besar bakteri penyebab keracunan makanan akan mati jika makanan dan peralatan masak dipanaskan pada suhu 80 derajat Celsius atau lebih selama setidaknya satu menit.

Prinsip ketiga adalah mendinginkan makanan untuk mencegah bakteri berkembang biak. Aturan bakunya adalah selalu menyimpan makanan di lemari es ketimbang membiarkannya di suhu ruangan.
Jika Anda hendak menyiapkan bento untuk dibawa bepergian, pastikan makanan sudah benar-benar dingin sebelum dikemas. Sertakan pula kantong es sebagai perlindungan tambahan agar makanan tetap aman.
Versi Berita.Jepang.org: Sabtu, 18 April 2026 pukul 02.14 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


