Kenaikan Suhu Picu Risiko Baru di Wilayah Bersalju Jepang
Kenaikan suhu udara di berbagai wilayah Jepang meningkatkan risiko longsor salju dan jatuhnya salju dari atap bangunan. Otoritas mengimbau warga tetap waspada saat membersihkan timbunan salju yang kini jauh di atas batas normal.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Suhu udara dilaporkan meningkat di berbagai wilayah Jepang. Warga yang tinggal di daerah bersalju diimbau untuk mewaspadai risiko longsor salju serta salju yang jatuh dari atap bangunan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa aliran udara hangat dari selatan memicu kenaikan suhu tersebut. Hingga Rabu pukul 11.00 waktu setempat, suhu mencapai 6,2 derajat Celsius di Kota Joetsu (Prefektur Niigata), 5,9 derajat di Kota Aomori, dan 4,2 derajat di Kota Sapporo.
Suhu tertinggi pada siang hari diperkirakan mencapai 8 derajat di Kota Nagaoka (Prefektur Niigata), 7 derajat di Kota Aomori, dan 5 derajat di Kota Sapporo. Kondisi suhu setinggi ini biasanya baru terjadi pada awal hingga pertengahan Maret.
Ketebalan salju di Kota Aomori tercatat mencapai 1,54 meter, atau 2,2 kali lipat dari angka rata-rata pada periode ini. Sementara itu, ketebalan salju mencapai 1,43 meter di Kota Shinjo (Prefektur Yamagata), 1,21 meter di Kota Nagaoka, dan 94 sentimeter di Kota Sapporo—berkisar antara 1,4 hingga 2,3 kali lipat dari kondisi normal.
Hujan juga dilaporkan turun di beberapa bagian wilayah Tohoku. Di tengah kondisi ini, sejumlah kecelakaan dilaporkan terjadi selama aktivitas pembersihan salju.
Otoritas setempat menyarankan warga untuk selalu bekerja dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih saat membersihkan salju dari atap rumah maupun lokasi lainnya demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan sebanyak 35 orang tewas sejak 20 Januari akibat insiden yang berkaitan dengan cuaca musim dingin yang ekstrem dan salju tebal.
Hingga Rabu pukul 08.30, tercatat 12 korban jiwa di Prefektur Niigata, tujuh di Prefektur Akita, lima di Prefektur Yamagata, serta masing-masing empat di Hokkaido dan Prefektur Aomori. Prefektur Iwate, Nagano, dan Shimane masing-masing melaporkan satu korban jiwa.
Secara keseluruhan, sebanyak 358 orang mengalami luka-luka di seluruh Jepang.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-04T07:36:23.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
