Kamakura Sesuaikan Peringatan Tsunami bagi Wisatawan Mancanegara
Pemerintah Kota Kamakura berupaya meningkatkan efektivitas informasi keselamatan tsunami agar lebih mudah dipahami oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung. Langkah ini diambil karena banyak turis yang masih belum menyadari risiko bencana serta arti rambu peringatan di kawasan pesisir bersejarah tersebut.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Kamakura Sesuaikan Peringatan Tsunami bagi Wisatawan Mancanegara

Kamakura menyuguhkan keindahan di hampir setiap sudutnya—mungkin itu sebabnya rambu peringatan bencana terkadang luput dari perhatian.

'Saya tadi melihatnya, tapi tidak tahu apa artinya,' ujar seorang turis Jerman sambil mengedikkan bahu. 'Saya jadi agak takut setelah mendengar penjelasan Anda, walau saat ini saya belum merasa terancam.'

Seorang turis Kanada mengaku sempat melihat informasi tersebut, namun merasa agak bingung. 'Terlalu banyak rambu yang terasa asing bagi kami. Menurut saya, rambu-rambu itu harus dibuat lebih jelas.'
Ancaman Gempa Dahsyat Kian Nyata
Dan kejelasan informasi tersebut bisa segera menjadi penentu antara hidup dan mati.
Para pakar pemerintah pusat memperkirakan ada probabilitas sekitar 80 persen bahwa gempa besar akan mengguncang sepanjang Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan.

Otoritas Kamakura telah menyusun berbagai perkiraan mengenai dampak yang mungkin terjadi setelah gempa besar.
Dalam satu skenario, tsunami diperkirakan menerjang Pantai Yuigahama yang populer hanya dalam delapan menit. Skenario lainnya memprediksi gelombang setinggi 13 meter, atau setara gedung empat lantai.
Instruksi Sederhana Jadi Kunci Saat Bencana Melanda
Pemerintah setempat kini memperbarui langkah-langkah pengamanan agar lebih mudah dipahami oleh warga asing.

Piktogram baru menampilkan simbol orang yang menyelamatkan diri dari tsunami. Lokasi evakuasi terdekat ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris, lengkap dengan tanda panah penunjuk arah.
Pihak berwenang juga menyiapkan pengumuman darurat berbahasa Inggris melalui pengeras suara kota dengan pesan: Tsunami mendekat. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Suetsugu Kenji dari departemen kesiapsiagaan bencana Kota Kamakura menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar informasi disampaikan sesingkat mungkin.

Jika kalimatnya terlalu panjang, suaranya bisa bergema dan sulit didengar. Bagi warga asing yang tidak paham bahasa Jepang, kami mencoba menggunakan bahasa Inggris yang sederhana.
Pakar: Warga Setempat Harus Memimpin
Takamatsu Masato, spesialis kesiapsiagaan bencana di destinasi wisata, memperingatkan bahwa sekadar mengandalkan papan petunjuk tidak akan cukup.

Pengunjung tentu keberatan jika diminta ikut latihan evakuasi sebelum check-in, ujarnya. Sampaikan saja bahwa nyawa mereka terancam dan segera tunjukkan jalan menuju tempat yang lebih tinggi.
Takamatsu sepakat bahwa instruksi darurat harus sesederhana mungkin. Ia mencontohkan frasa 'ikuti saya' sebagai teladan yang baik, seraya menekankan bahwa bahasa Jepang pun tetap efektif jika disertai isyarat tubuh yang tepat.
NHK World menyediakan informasi mengenai bencana alam dalam berbagai bahasa: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/multilingual_links/
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

