Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

15 Hotel Terkemuka di Tokyo Bakal Diperingatkan Terkait Dugaan Kartel Harga

Komisi Perdagangan Adil Jepang diperkirakan akan memperingatkan 15 hotel terkemuka di Tokyo atas dugaan pengaturan tarif menginap yang melanggar UU Anti-Monopoli. Tindakan ini dilakukan menyusul lonjakan harga kamar hotel di ibu kota yang naik hampir 140 persen dibandingkan level sebelum pandemi.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Deretan hotel mewah di Tokyo dengan latar belakang area perkotaan yang padat.

Visual Utama

15 Hotel Terkemuka di Tokyo Bakal Diperingatkan Terkait Dugaan Kartel Harga

Tutup
Deretan hotel mewah di Tokyo dengan latar belakang area perkotaan yang padat.

Tarif Hotel Tak Wajar

Tarif kamar hotel di Tokyo terus melonjak sejak pandemi berakhir. Rata-rata tarif harian tahun lalu melampaui 26.000 yen, naik hampir 140 persen dibandingkan angka pada 2019.

Warga di ibu kota Jepang mengungkapkan kepada NHK bahwa harga saat ini sudah melambung ke tingkat yang tidak normal.

Seorang pria yang pernah menginap di sebagian besar dari 15 hotel utama di Tokyo berharap pengelola menetapkan tarif yang lebih wajar agar siapa pun bisa menginap di sana.

15 Hotel Terkemuka di Tokyo Bakal Diperingatkan Terkait Dugaan Kartel Harga - visual artikel

Warga lainnya mengeluhkan biaya akomodasi yang makin mahal dan menduga lonjakan tersebut dipicu oleh peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Tokyo.

15 Hotel Terkemuka di Tokyo Bakal Diperingatkan Terkait Dugaan Kartel Harga - visual artikel

Dugaan Skandal Informasi Hotel-Hotel Besar

The New Otani, Hotel Imperial, dan The Okura Tokyo merupakan beberapa hotel yang diduga saling bertukar informasi internal, sebuah tindakan yang berpotensi melanggar Undang-Undang Antimonopoli Jepang.

Deretan hotel yang diperkirakan bakal menerima teguran resmi
Deretan hotel yang diperkirakan bakal menerima teguran resmi

Data Tarif dan Okupansi Hotel

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa perwakilan divisi penjualan dari ke-15 hotel tersebut menghadiri pertemuan bulanan 'Front Reservation' (FR) di Tokyo. Dalam forum itu, mereka saling berbagi data internal mulai dari tingkat hunian kamar, tarif rata-rata, hingga kebijakan harga harian untuk periode mendatang. Pertemuan rutin ini dikabarkan telah berlangsung selama beberapa dekade dengan sistem tuan rumah bergilir.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa meski Komisi Perdagangan Adil tidak menemukan adanya upaya kenaikan tarif secara serentak, beberapa hotel diduga menggunakan data bersama tersebut sebagai acuan untuk menetapkan harga mereka sendiri.

Kini, ke-15 hotel tersebut dilaporkan telah menghentikan praktik berbagi informasi tersebut.

Pihak Hotel Imperial menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak bermaksud membatasi perdagangan secara tidak adil. Mereka menegaskan komitmen untuk terus kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

Hyatt Regency Tokyo menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang timbul di kalangan pelanggan. Manajemen mengakui adanya pertukaran informasi, namun berdalih hal itu bertujuan mempelajari manajemen operasional hotel lain. Mereka mengaitkan insiden ini dengan kurangnya pemahaman tentang kepatuhan hukum dan berjanji akan meningkatkan edukasi bagi staf.

Pakar: Dampak bagi Konsumen Masih Terbatas

NHK meminta tanggapan Toriumi Kotaro, seorang analis maskapai dan perjalanan, mengenai tren harga hotel serta dampaknya bagi para pelanggan.

Toriumi menyebutkan bahwa tarif hotel tetap tinggi karena permintaan di Jepang terus melampaui ketersediaan kamar. Menurutnya, salah satu pemicu utamanya adalah lonjakan jumlah turis asing yang pulih jauh lebih cepat dari perkiraan pascapandemi.

Ia memperkirakan tren ini akan terus berlanjut, mengingat Jepang diprediksi akan menyambut gelombang besar wisatawan mancanegara sepanjang tahun ini.

Analis maskapai penerbangan dan perjalanan, Toriumi Kotaro
Analis maskapai penerbangan dan perjalanan, Toriumi Kotaro

Mengenai praktik berbagi informasi tarif di antara hotel-hotel besar, Toriumi menjelaskan bahwa jaringan hotel mapan memiliki hubungan erat dan saling memengaruhi dalam menentukan tren harga pasar.

Ia menilai bahwa secara keseluruhan hotel-hotel kelas atas berupaya mengoptimalkan peluang keuntungan sambil menghindari penurunan harga yang terlalu drastis. Ia menambahkan, pihak pengelola mungkin khawatir reputasi mereka akan terdampak jika hotel lain di kelas yang sama menurunkan tarif.

Toriumi menyatakan bahwa meski ada hotel yang saling berbagi informasi tarif, dampaknya bagi pelanggan cenderung terbatas. Secara umum, harga hotel tetap berfluktuasi mengikuti hukum permintaan dan penawaran; pengelola akan berusaha menekan harga serendah mungkin saat banyak kamar yang kosong.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.