Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Harga Konsumen Inti Jepang Naik 1,8 Persen pada Juli

Harga konsumen inti Jepang naik 1,8 persen pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan biaya energi dan sejumlah bahan pangan olahan.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi produk kebutuhan pokok dan barang konsumsi di pasar Jepang

Visual Utama

Harga Konsumen Inti Jepang Naik 1,8 Persen pada Juli

Tutup
Ilustrasi produk kebutuhan pokok dan barang konsumsi di pasar Jepang

Harga konsumen inti Jepang pada Juli naik 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Urusan Dalam Negeri menyatakan bahwa Indeks Harga Konsumen, tidak termasuk makanan segar, meningkat dari 1,6 persen pada Juni.

Laju kenaikan tersebut meningkat selama dua bulan berturut-turut.

Tagihan listrik dan gas yang dikenakan pada Juli lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Harga perangkat tablet, serta detergen pencuci piring dan pemutih, juga mengalami kenaikan.

Harga makanan, tidak termasuk bahan makanan segar, naik 3 persen dari tahun lalu. Laju tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan sebulan sebelumnya, tetapi tetap tinggi.

Harga teh hijau naik 29,2 persen, keripik kentang meningkat 13,3 persen, dan hamburger naik 13,2 persen. Namun, harga beras turun 11,6 persen, mencatatkan laju penurunan terbesar sejak Agustus 2005.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-08-21T09:26:24.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

harga konsumen jepanginflasi jepangekonomi jepangindeks harga konsumenbiaya hidup jepang

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.