1 Minggu Pascahujan Lebat di Chiba: 13 Orang Meninggal Dunia, 2.700 Rumah Rusak
Genap satu pekan setelah rekor curah hujan lebat melanda Prefektur Chiba, 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 2.700 rumah terendam banjir. Otoritas setempat kini memusatkan upaya pada penanganan dampak banjir serta identifikasi pemilik ribuan kendaraan yang terdampak.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
1 Minggu Pascahujan Lebat di Chiba: 13 Orang Meninggal Dunia, 2.700 Rumah Rusak
Kamis ini genap satu pekan sejak rekor curah hujan lebat melanda Prefektur Chiba di dekat Tokyo, Jepang. Pihak berwenang menyatakan 13 orang meninggal dunia, satu orang masih hilang, dan sekitar 2.700 rumah terendam banjir.
Otoritas di Kota Chiba menyampaikan bahwa hampir seluruh kendaraan yang ditinggalkan di jalan kini telah dipindahkan, meski proses identifikasi pemiliknya masih menjadi tantangan.
Di Prefektur Chiba, hujan dalam jumlah rekor turun sejak malam 13 Agustus hingga keesokan paginya. Kota Chiba bahkan mencatat curah hujan sekitar tiga kali lipat dari rata-rata bulan Agustus hanya dalam waktu setengah hari.
Pihak berwenang mengeluarkan Peringatan Darurat Level 5 tertinggi untuk hujan lebat di 22 kota dan kota kecil, serta Peringatan Darurat Level 5 untuk tanah longsor di enam kota.
Pejabat prefektur melaporkan tiga rumah hancur total, 78 rumah mengalami kerusakan parah, dan 49 rumah mengalami kerusakan sebagian. Secara keseluruhan, sebanyak 2.695 rumah terdampak banjir dalam berbagai tingkat.
Sekitar 2.700 kendaraan di seluruh prefektur tidak dapat beroperasi setelah terendam air banjir. Sekitar 2.500 unit di antaranya yang sempat ditinggalkan di jalanan dilaporkan telah dipindahkan hingga hari Rabu.
Namun, pemilik dari sejumlah kendaraan yang saat ini diamankan di lokasi penyimpanan masih belum teridentifikasi.
Pemerintah prefektur kini menghadapi tantangan terkait mekanisme pengambilan kendaraan oleh para pemiliknya. Untuk itu, prefektur membentuk tim proyek guna mempercepat identifikasi dan mengimbau para pemilik agar segera mengambil kendaraannya.
Tim tersebut beranggotakan perwakilan pemerintah prefektur, Pemerintah Kota Chiba, pemerintah pusat, serta industri truk derek.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-08-20T03:44:44.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
