Jepang Menghabiskan 290 Miliar Yen untuk Subsidi Bahan Bakar pada Mei
Pemerintah Jepang mengatakan telah mengeluarkan sekitar 290 miliar yen, atau sekitar 1,8 miliar dolar, untuk subsidi bahan bakar pada Mei guna menahan lonjakan harga akibat konflik Iran. Dana itu dipakai untuk menjaga harga rata-rata bensin di pompa tetap sekitar 170 yen per liter.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jepang Menghabiskan 290 Miliar Yen untuk Subsidi Bahan Bakar pada Mei
Pemerintah Jepang mengatakan telah mengeluarkan sekitar 290 miliar yen, atau sekitar 1,8 miliar dolar, untuk subsidi bahan bakar pada Mei guna menahan lonjakan harga akibat konflik Iran. Subsidi itu mencakup pembayaran kepada pedagang grosir minyak untuk bensin biasa.
Tujuannya adalah menjaga harga rata-rata bensin di pompa di seluruh negeri tetap sekitar 170 yen, atau sedikit di atas satu dolar, per liter. Bantuan serupa juga dialokasikan untuk solar, minyak berat, dan minyak tanah, sementara pemerintah mensubsidi bahan bakar jet sebesar 40 persen dari tingkat subsidi untuk bensin.
Setara sekitar 7,1 miliar dolar tersedia untuk mendanai pembayaran saat konflik dimulai. Saldo itu turun menjadi sekitar 2,3 miliar dolar pada akhir Juni.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri mengatakan pihaknya harus menggunakan dana cadangan dalam anggaran tambahan tahun fiskal ini jika alokasi subsidi bahan bakar perlu diisi kembali.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-07-02T04:42:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

