Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Kasus Campak di Jepang Lampaui 200

Kasus campak di Jepang meningkat dengan laju tercepat sejak 2020. Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa perjalanan internasional yang aktif meningkatkan risiko masuknya virus dari luar negeri.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi petugas atau fasilitas kesehatan di Jepang terkait peningkatan kasus campak dan imbauan vaksinasi.

Visual Utama

Kasus Campak di Jepang Lampaui 200

Tutup
Ilustrasi petugas atau fasilitas kesehatan di Jepang terkait peningkatan kasus campak dan imbauan vaksinasi.

Kasus campak meningkat di seluruh Jepang dengan laju tercepat sejak 2020. Campak adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar melalui udara, percikan droplet, serta kontak fisik.

Pada kasus berat, penyakit ini dapat berujung pada kematian. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan ruam.

Japan Institute for Health Security menyatakan 34 kasus awal dilaporkan dalam sepekan hingga 5 April. Total kasus tahun ini sejauh ini mencapai 236, atau sekitar 3,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebanyak 30 pasien, atau sekitar 13 persen dari total, diduga terinfeksi di luar negeri, seperti di Indonesia dan Selandia Baru. Campak telah dinyatakan tereliminasi di Jepang.

Karena itu, pasien di Jepang yang tidak bepergian ke luar negeri diyakini terinfeksi oleh virus yang dibawa masuk ke negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Jepang mengimbau orang yang kembali dari luar negeri agar berhati-hati, karena virus dapat menyebar jika seseorang yang terinfeksi mengunjungi fasilitas umum atau menghadiri acara yang mengundang kerumunan. Kementerian juga meminta para pelancong untuk memeriksa catatan vaksinasi mereka jika akan menuju wilayah yang banyak ditemukan kasus campak.

Selain itu, kementerian merekomendasikan agar anak-anak divaksinasi.

Bulan ini, Japan Institute for Health Security merilis laporan yang menganalisis risiko campak. Laporan itu menyebutkan bahwa laporan kasus campak di seluruh dunia terus meningkat sejak 2023, dan perjalanan internasional yang aktif membuat virus lebih mungkin terbawa masuk dari luar negeri.

Di Indonesia, rendahnya tingkat vaksinasi dan lambatnya diagnosis telah memicu wabah campak besar sejak tahun lalu. Kasus juga meningkat di Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-04-14T09:10:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.