Keluarga Kekaisaran Kunjungi Museum Gempa 2011 dan Bencana Nuklir di Fukushima
Kaisar Naruhito, Permaisuri Masako, dan Putri Aiko mengunjungi museum peringatan di Prefektur Fukushima dalam lawatan dua hari yang dimulai pada Senin. Kunjungan itu menandai kunjungan pertama Putri Aiko ke Fukushima dan berlangsung saat genap 15 tahun sejak gempa besar, tsunami, dan kecelakaan nuklir Fukushima Daiich…
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Keluarga Kekaisaran Kunjungi Museum Gempa 2011 dan Bencana Nuklir di Fukushima
Kaisar Jepang Naruhito, Permaisuri Masako, dan putri mereka, Putri Aiko, mengunjungi Prefektur Fukushima selama dua hari mulai Senin. Ini merupakan kunjungan pertama Putri Aiko ke prefektur tersebut.
Pada hari pertama, mereka mengunjungi Great East Japan Earthquake and Nuclear Disaster Memorial Museum di Kota Futaba. Fasilitas itu dibangun untuk mewariskan pelajaran dari gempa besar dan tsunami yang melanda Jepang timur laut pada 2011, serta kecelakaan nuklir yang terjadi sesudahnya.
Keluarga Kekaisaran meletakkan bunga putih di aula pintu masuk untuk mengenang para korban yang meninggal akibat gempa dan tsunami, termasuk mereka yang wafat setelah jatuh sakit selama masa evakuasi berkepanjangan. Kepala museum juga memperlihatkan penanda pada sebuah pilar yang menunjukkan ketinggian genangan tsunami, dan keluarga itu menyimak penjelasan dengan saksama.
Putri Aiko menuturkan bahwa air sempat mencapai ketinggian empat meter.
Mereka kemudian melihat pameran tentang dampak jangka panjang kecelakaan nuklir terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, lalu berbincang dengan tiga orang yang bekerja di kota itu. Permaisuri Masako menyampaikan harapan agar Takakura Isuke, yang membagikan pengalamannya kepada pengunjung museum, dapat terus melanjutkan kegiatannya.
Putri Aiko juga meminta rekomendasi menu kepada Yamamoto Atsuko, yang membuka kembali restorannya setelah sempat dievakuasi ke kota lain. Yamamoto menjawab bahwa sandwich katsu spesial berukuran sangat besar sehingga orang harus membuka mulut lebar-lebar saat menyantapnya, dan jawabannya membuat keluarga itu tertawa.
Saat berbicara dengan Kokubun Shinichi, kepala asosiasi pengelola perumahan umum, Kaisar Naruhito menanyakan hal terpenting dalam pendidikan pencegahan bencana. Kokubun menekankan pentingnya kerja sama, dan Kaisar menanggapi dengan menyoroti pentingnya komunitas.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-04-06T13:32:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
