Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Ekonom: Lonjakan Harga Minyak Berisiko Seret Jepang ke Jurang Resesi

Gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz akibat konflik dapat menekan konsumsi rumah tangga dan memaksa Bank of Japan menunda kenaikan suku bunga.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Arsip TersediaNHK WORLD

Arsip Visual

Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip

Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.

Ekonomi2 Mar 2026

Kiuchi Takahide, Ekonom Eksekutif di Nomura Research Institute, menilai skenario paling mungkin adalah konflik berkepanjangan yang mengganggu pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Jika harga minyak melonjak sekitar 30 persen, PDB riil Jepang diperkirakan menyusut 0,18 persen secara tahunan seiring meningkatnya inflasi.

Kiuchi menjelaskan bahwa jika harga terus meroket, tingkat konsumsi rumah tangga tidak akan mampu bertahan dan ekonomi Jepang berisiko jatuh ke lubang resesi. Menurutnya, seberapa besar kenaikan harga minyak akan sangat menentukan dampaknya terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Apabila situasi semakin memburuk, pemerintah diprediksi akan mulai membahas langkah-langkah pengendalian harga. Kondisi ini juga berpotensi memaksa Bank of Japan untuk menunda rencana kenaikan suku bunga.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-03-02T09:06:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala Sumber (Arsip)

Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Versi arsip ditemukan.

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

ekonomi jepangharga minyakresesiinflasibank of japanselat hormuznomura research institute

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.