Ekonom: Lonjakan Harga Minyak Berisiko Seret Jepang ke Jurang Resesi
Gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz akibat konflik dapat menekan konsumsi rumah tangga dan memaksa Bank of Japan menunda kenaikan suku bunga.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Kiuchi Takahide, Ekonom Eksekutif di Nomura Research Institute, menilai skenario paling mungkin adalah konflik berkepanjangan yang mengganggu pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Jika harga minyak melonjak sekitar 30 persen, PDB riil Jepang diperkirakan menyusut 0,18 persen secara tahunan seiring meningkatnya inflasi.
Kiuchi menjelaskan bahwa jika harga terus meroket, tingkat konsumsi rumah tangga tidak akan mampu bertahan dan ekonomi Jepang berisiko jatuh ke lubang resesi. Menurutnya, seberapa besar kenaikan harga minyak akan sangat menentukan dampaknya terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Apabila situasi semakin memburuk, pemerintah diprediksi akan mulai membahas langkah-langkah pengendalian harga. Kondisi ini juga berpotensi memaksa Bank of Japan untuk menunda rencana kenaikan suku bunga.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-02T09:06:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.