Menlu G7 Gelar Pertemuan Telepon Bahas Situasi di Iran
Para menteri luar negeri G7 mengadakan pembicaraan darurat mengenai situasi di Iran pascaserangan AS dan Israel. Jepang menekankan penyelesaian melalui dialog dan penghentian pengembangan senjata nuklir.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota G7 mengadakan pertemuan melalui telepon untuk membahas situasi di Iran menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa pertemuan berlangsung selama sekitar 30 menit pada hari Minggu, mulai pukul 07.00 waktu Jepang.
Dalam pembicaraan tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memberikan ringkasan mengenai perkembangan terkini dan prospek situasi ke depan. Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu menegaskan bahwa pengembangan senjata nuklir oleh Iran sama sekali tidak boleh dibiarkan.
Motegi menyatakan bahwa Jepang secara konsisten mendukung upaya Amerika Serikat untuk menyelesaikan isu tersebut melalui jalur dialog. Ia menambahkan bahwa Jepang akan terus melakukan seluruh upaya diplomatik yang diperlukan dengan berkoordinasi bersama komunitas internasional, termasuk anggota G7.
Selain itu, Jepang menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan G7 guna memastikan keselamatan warga negara mereka. Seluruh anggota G7 mengonfirmasi bahwa mereka akan terus menjaga koordinasi yang erat dalam menghadapi perkembangan situasi ini.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-01T04:15:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.