LDP Pimpinan Takaichi Raih Kemenangan Bersejarah dalam Pemilu Jepang
Partai Demokrat Liberal (LDP) berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di Majelis Rendah Jepang, membuka jalan bagi PM Takaichi Sanae untuk mempercepat agenda kebijakan dan rencana amandemen konstitusi.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Keputusan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae untuk mengadakan pemilihan umum sela membuahkan hasil besar bagi Partai Demokrat Liberal (LDP). Partai yang berkuasa tersebut meraih kemenangan bersejarah dalam pemungutan suara pada hari Minggu, dengan mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di Majelis Rendah.
Kemenangan telak ini menjadi pukulan berat bagi pihak oposisi. Para pemimpin partai oposisi utama menyatakan niat untuk mengundurkan diri selagi partai tersebut mengevaluasi langkah mereka selanjutnya guna menentukan arah politik ke depan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, Takaichi berjanji untuk mempercepat agenda kebijakannya. Ia menyatakan bahwa hasil pemilu ini merupakan mandat dan dorongan kuat dari rakyat untuk melanjutkan pergeseran kebijakan yang telah direncanakan tanpa ragu."Sebagai partai yang bersatu, kami akan bekerja keras untuk memenuhi janji-janji yang telah kami buat kepada rakyat. Saya akan berdiri di garis depan untuk memastikan semuanya tercapai," ujar Takaichi dalam pernyataannya.
Selain agenda ekonomi, Takaichi juga menegaskan tekadnya untuk memajukan upaya amandemen Konstitusi Jepang. Ia berencana mengajukan proposal revisi dengan mempertimbangkan berbagai isu utama dan debat yang telah berlangsung, serta berupaya menciptakan kondisi agar referendum nasional dapat segera dilakukan.
Meskipun menang besar di Majelis Rendah, upaya amandemen tetap membutuhkan persetujuan dua pertiga anggota di kedua kamar parlemen (Diet) sebelum bisa dibawa ke referendum. Saat ini, koalisi yang berkuasa belum mencapai ambang batas mayoritas tersebut di Majelis Tinggi.
Sejarah mencatat bahwa Konstitusi Jepang belum pernah diamandemen sejak pertama kali mulai berlaku pada tahun 1947.
Terkait kebijakan kesejahteraan, Takaichi juga mengusulkan pembahasan mengenai kemungkinan pembebasan pajak konsumsi untuk bahan makanan selama dua tahun. Ia menargetkan laporan sementara mengenai isu ini dapat diselesaikan melalui dewan lintas partai sebelum musim panas mendatang.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-09T11:29:32.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
