PM Takaichi Ajukan Anggaran Tambahan Atasi Lonjakan Harga Energi
Pemerintah Jepang berencana mengajukan anggaran tambahan sebesar 3 triliun yen untuk mendanai subsidi listrik dan gas guna meringankan beban masyarakat akibat lonjakan harga energi.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
PM Takaichi Ajukan Anggaran Tambahan Atasi Lonjakan Harga Energi
Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae menyatakan rencana pemerintah untuk mengajukan anggaran tambahan pada tahun fiskal 2026 guna meredam lonjakan harga energi. Draf anggaran senilai lebih dari 3 triliun yen (sekitar 18,8 miliar dolar) diharapkan dapat diserahkan kepada parlemen (Diet) paling lambat minggu depan.
Saat berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Takaichi menjelaskan langkah pemerintah dalam menanggapi dampak ketidakpastian situasi di Timur Tengah. Beliau mengusulkan agar subsidi biaya gas dan listrik untuk periode Juli hingga September tahun ini, yang bernilai sekitar 3,14 miliar dolar, didanai dari dana cadangan yang telah dialokasikan dalam anggaran tahun fiskal berjalan.
Keputusan mengenai pendanaan tersebut akan diambil dalam rapat Kabinet pada Selasa besok. Selain itu, pemerintah akan membentuk dana cadangan khusus untuk mengantisipasi gejolak di Timur Tengah, guna memastikan kebijakan seperti pembatasan harga eceran bensin dapat terus berlanjut.
Meskipun anggaran tambahan ini memerlukan penerbitan obligasi penutup defisit, Takaichi menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu menambah total jumlah penerbitan obligasi secara keseluruhan. Rencana ini dinilai layak dan tidak akan mengganggu pasar obligasi karena realisasi penerbitan obligasi tahun fiskal lalu lebih rendah 18,8 miliar dolar dari rencana awal, salah satunya berkat pendapatan pajak yang lebih tinggi.
Mengenai ketahanan energi, Takaichi memastikan pasokan minyak Jepang aman hingga musim semi mendatang. Hal ini dimungkinkan karena peningkatan persentase impor melalui rute di luar Selat Hormuz.
Perkiraan ini lebih lama dibandingkan proyeksi pemerintah sebelumnya yang hanya mencakup kecukupan hingga akhir tahun ini.
Pemerintah juga menyatakan tidak akan meminta masyarakat melakukan penghematan energi secara berlebihan pada musim panas ini. Takaichi menekankan bahwa pemerintah saat ini belum berada pada tahap meminta penghematan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi nasional.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-05-25T12:28:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
