Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Hibakusha Jepang Khawatirkan Berakhirnya Perjanjian Pengendalian Senjata Nuklir New Start

Para penyintas bom atom Jepang menyatakan kekhawatiran mendalam atas berakhirnya masa berlaku perjanjian New Start antara Amerika Serikat dan Rusia. Mereka mendesak pemerintah Jepang segera bergabung dalam Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Politik5 Feb 2026

Para penyintas bom atom Jepang yang dikenal sebagai hibakusha menekankan pentingnya penghapusan senjata nuklir menyusul berakhirnya satu-satunya perjanjian perlucutan senjata nuklir di dunia antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis atau New Start yang mengikat kedua negara adidaya tersebut dijadwalkan berakhir pada Kamis.

Nihon Hidankyo, organisasi yang mewakili para penyintas bom atom 1945 di Hiroshima dan Nagasaki, beserta kelompok pendukungnya menggelar konferensi pers pada hari Kamis.

Sekretaris Jenderal Hamasumi Jiro mencatat bahwa masa berlaku perjanjian itu berakhir saat tatanan internasional mulai diabaikan dan politik lebih didorong oleh kekuatan serta dominasi. Ia menyatakan bahwa hibakusha sangat khawatir berakhirnya perjanjian tersebut dapat memicu perlombaan senjata tanpa kendali.

Ketua bersama Nihon Hidankyo, Tanaka Terumi, mengatakan bahwa saat ini penghapusan senjata nuklir belum dianggap sebagai persoalan bagi seluruh umat manusia. Ia menegaskan sangatlah keliru jika negara-negara pemilik senjata nuklir menganggap kepemilikannya sebagai simbol kekuatan negara adidaya.

Tanaka memperingatkan bahwa perang nuklir dapat menghancurkan umat manusia jika perlombaan senjata terus berlanjut.

Ia menambahkan bahwa hal terpenting adalah menyebarluaskan pandangan di seluruh dunia bahwa senjata nuklir adalah tindakan ilegal. Tanaka mendesak pemerintah Jepang untuk segera bergabung dalam Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir dan bekerja lebih keras menuju penghapusan nuklir.

Ia juga menyatakan bahwa para hibakusha perlu meningkatkan upaya mereka untuk mendorong pemerintah agar bergerak ke arah tersebut.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-05T10:21:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.