Kisah Rosalina Kamba: Perjuangan 80 Tahun Mencari Pengakuan Kewarganegaraan Jepang
Rosalina Kamba (95) melakukan kunjungan pertama ke Jepang untuk memperjuangkan pengakuan kewarganegaraan yang hilang sejak akhir Perang Dunia II. Ia adalah satu dari puluhan warga Filipina keturunan Jepang yang masih berupaya memulihkan status hukum mereka.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Kamba lahir dari ibu asal Filipina dan ayah berkebangsaan Jepang. Saat lahir, ia secara hukum dianggap sebagai warga negara Jepang.
Namun, ketika ayahnya menghilang di tengah kekacauan akhir Perang Dunia II, dokumen yang membuktikan hubungan darah mereka turut lenyap, sehingga status kewarganegaraannya pun terputus.
Kini, di usia 95 tahun, Kamba merupakan satu dari sekitar 50 orang di Filipina yang masih memperjuangkan pengakuan sebagai warga negara Jepang. Putrinya, Rosita Fernandez Busalla, mengungkapkan bahwa ibunya selalu memendam keinginan untuk mengunjungi kampung halaman ayahnya di Jepang, dan penantian panjang itu kini akhirnya berakhir.
Rosita menambahkan bahwa mereka berdua merasa sangat gembira sekaligus gugup menghadapi momen bersejarah tersebut.
Ayah Kamba dulunya bekerja sebagai petani di Pulau Mindanao. Meski sang ayah hampir tidak pernah hadir dalam hidupnya, Kamba masih mengenang pertemuan singkat mereka saat ia berusia sekitar 10 tahun.
Kamba dijadwalkan bertolak ke Prefektur Tottori pada hari Jumat mendatang untuk mengunjungi makam sang ayah.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-27T11:24:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / ASIA
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
