Kapal Pengeboran Jepang Kembali Usai Uji Penambangan Logam Tanah Jarang di Laut dalam
Kapal penelitian Chikyu berhasil mengambil sampel lumpur mengandung logam tanah jarang dari kedalaman 5.700 meter di lepas pantai Minamitorishima untuk kebutuhan industri teknologi tinggi.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Kapal pengeboran Jepang, Chikyu, telah kembali ke Pelabuhan Shimizu di Jepang tengah pada Sabtu setelah berhasil menguji penambangan lumpur dari dasar laut sedalam ribuan meter yang diduga mengandung logam tanah jarang.
Para peneliti menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk menjelajahi dasar laut di titik sekitar 150 kilometer sebelah tenggara Pulau Minamitorishima. Wilayah di Samudra Pasifik tersebut berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.
Survei sebelumnya menunjukkan bahwa dasar laut di sana mengandung mineral tanah jarang dengan konsentrasi tinggi, yang sangat vital bagi industri teknologi tinggi. Para peneliti dilaporkan berhasil mengambil sampel lumpur dari kedalaman sekitar 5.700 meter pada awal bulan ini sebagai bagian dari proyek Kantor Kabinet Jepang.
Tim proyek kini berfokus untuk memisahkan logam tanah jarang dari sampel tersebut dan memurnikannya. Mereka merencanakan eksperimen penambangan berkelanjutan dengan kapasitas 350 ton lumpur per hari di area yang sama mulai Februari 2027.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-16T02:46:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Versi arsip ditemukan.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.