BERITA JEPANG

Berita Jepang

Hiroshima Konfirmasi Temuan Rambut 52 Korban Bom Atom di Dalam Guci
Umum • 19 Mar

Hiroshima Konfirmasi Temuan Rambut 52 Korban Bom Atom di Dalam Guci

Pihak berwenang di Kota Hiroshima telah menemukan helaian rambut di dalam guci yang berisi sisa-sisa jenazah dari 52 korban bom atom yang belum diklaim. Sisa-sisa jenazah dari sekitar 70.000 orang saat ini disemayamkan di sebuah fasilitas di Taman Peringatan Perdamaian kota tersebut. Pada bulan Februari, pejabat kota mulai memeriksa guci-guci dari 813 korban yang identitasnya belum ditentukan secara pasti, meskipun guci-guci tersebut mencantumkan nama atau detail identitas yang memungkinkan. Para pejabat telah melakukan survei komprehensif untuk pertama kalinya dalam sekitar 40 tahun untuk melihat apakah guci-guci tersebut menyimpan rambut atau kenang-kenangan lainnya.

Jepang Wajibkan Sistem Deteksi Drone untuk Pembangkit Listrik Nuklir
Sains & Teknologi • 19 Mar

Jepang Wajibkan Sistem Deteksi Drone untuk Pembangkit Listrik Nuklir

Regulator nuklir Jepang mengumumkan bahwa seluruh pembangkit listrik nuklir di negara tersebut kini diwajibkan untuk memiliki sistem deteksi drone. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan tindakan anti-terorisme nasional. Otoritas Peraturan Nuklir (NRA) menetapkan keputusan untuk merevisi regulasi tersebut dalam pertemuan resmi pada hari Rabu. Aturan baru ini mewajibkan operator di 22 fasilitas krusial, termasuk pembangkit listrik nuklir dan reaktor penelitian, untuk segera memasang teknologi pendeteksi pesawat tanpa awak tersebut. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap celah pada sistem pengawasan fasilitas nuklir dari ancaman udara. Tahun lalu, sempat terjadi insiden di mana tiga cahaya misterius terlihat di langit sekitar pembangkit listrik nuklir Genkai di Prefektur Saga. Meskipun operator menduga itu adalah drone, tidak ada rekaman visual yang berhasil menangkap objek tersebut untuk konfirmasi lebih lanjut.

AS Ekstradisi Dokter Jepang Terkait Kasus Perusakan Kuil 11 Tahun Lalu
Domestik • 03 Mar

AS Ekstradisi Dokter Jepang Terkait Kasus Perusakan Kuil 11 Tahun Lalu

Seorang dokter asal Jepang diperkirakan akan segera diekstradisi dari Amerika Serikat, 11 tahun setelah diduga melakukan perusakan terhadap properti budaya penting di sebuah kuil kuno dekat Tokyo. Kepolisian Jepang bersiap untuk menangkap pria berusia 63 tahun tersebut begitu ia tiba di tanah air. Kasus ini berawal dari serangkaian insiden pada tahun 2015, di mana cairan mirip minyak ditemukan disiramkan ke berbagai harta karun nasional dan aset budaya penting di sejumlah kuil di seluruh Jepang.

PM Takaichi Berharap Bisa Bicara Terbuka dengan Trump Soal Iran
Politik • 03 Mar

PM Takaichi Berharap Bisa Bicara Terbuka dengan Trump Soal Iran

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan niatnya untuk melakukan pertukaran opini secara terbuka mengenai situasi di Iran saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump bulan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi dalam rapat Komite Anggaran Majelis Rendah pada Selasa kemarin. Ia menargetkan dialog mendalam dalam pertemuan puncak Jepang-AS nanti, mencakup situasi di Timur Tengah, termasuk Iran, serta kondisi internasional yang semakin tegang. Diplomasi dan Hukum Internasional Takaichi mengungkapkan harapannya untuk mendengar langsung perspektif Amerika Serikat dan apa yang mereka harapkan di masa depan. Terkait pandangan Jepang terhadap serangan ke Iran dari sudut pandang hukum internasional, Takaichi bersikap hati-hati.

Jepang Akan Terapkan Sistem Biaya Masuk Ganda untuk Museum Nasional
Budaya • 03 Mar

Jepang Akan Terapkan Sistem Biaya Masuk Ganda untuk Museum Nasional

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menerapkan sistem biaya masuk yang berbeda bagi wisatawan mancanegara dan warga lokal di museum-museum nasional. Kebijakan ini diambil di tengah lonjakan jumlah pelancong asing yang berkunjung ke Negeri Sakura. Badan Urusan Kebudayaan Jepang saat ini membawahi 12 museum nasional. Selama ini, setiap museum mengenakan biaya masuk yang sama tanpa memandang kewarganegaraan pengunjung. Namun, badan tersebut berencana menerapkan sistem harga ganda pada Maret 2031. Kebijakan ini bertujuan untuk menutupi biaya penyediaan penjelasan dalam berbagai bahasa serta panduan audio untuk koleksi pameran, yang kebutuhannya terus meningkat seiring bertambahnya turis asing.

Laporan Barang Hilang di Tokyo Tembus Rekor Tertinggi Tahun Lalu
Domestik • 03 Mar

Laporan Barang Hilang di Tokyo Tembus Rekor Tertinggi Tahun Lalu

Kepolisian Tokyo melaporkan bahwa jumlah laporan barang hilang mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu. Menariknya, harta benda yang hilang tersebut mencakup uang tunai senilai lebih dari 28 juta dolar AS (sekitar 400 miliar rupiah). Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mencatat ada sekitar 4,5 juta laporan barang hilang sepanjang tahun lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan tahun 2024, sekaligus menjadi angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1940. Rekor Temuan Uang Tunai Dari total laporan tersebut, jumlah uang tunai yang hilang mencapai sekitar 4,5 miliar yen. Angka ini naik 0,5 persen dari tahun sebelumnya dan juga mencatatkan rekor baru.