Dari Kandang ke Jalan Raya: Suzuki Ubah Kotoran Sapi India Jadi Biofuel
Di Gujarat, Suzuki Motor mengoperasikan pabrik biogas sejak Desember lalu dengan mengumpulkan kotoran dari 500 petani setempat. Hingga 1,5 ton biogas dihasilkan dari 100 ton kotoran per hari, cukup mengisi bahan bakar 850 mobil seharian.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Dari Kandang ke Jalan Raya: Suzuki Ubah Kotoran Sapi India Jadi Biofuel

Di negara bagian barat Gujarat, Suzuki Motor telah mengoperasikan pabrik biogas secara serius sejak Desember lalu.
Perusahaan mengumpulkan kotoran sapi dari 500 petani setempat. Kotoran itu kemudian dicampur dengan air dan difermentasi selama 35 hari hingga menghasilkan biogas bagi kendaraan.
Menurut pejabat, hingga 1,5 ton biogas dapat dihasilkan dari 100 ton kotoran per hari. Jumlah itu cukup mengisi bahan bakar 850 mobil sepanjang hari.

Kendaraan berbahan bakar gas alam terkompresi populer di India karena biayanya lebih murah dibandingkan kendaraan bensin sebelumnya. Kendaraan semacam ini sebagian besar digunakan di wilayah pedesaan.
Di stasiun biogas di samping pabrik Suzuki, harganya 40 persen lebih murah daripada bensin. Seorang pengemudi taksi setempat yang kami wawancarai melihatnya sebagai penghemat biaya yang nyata dan praktis.
Pejabat Suzuki Matsumoto Kenjiro pun setuju. Menurutnya, masyarakat di wilayah pedesaan sangat peka terhadap biaya. Karena itu mereka dapat melihat manfaat biogas yang murah dan dibuat secara lokal. Ia juga mengatakan berharap membangun lebih banyak pabrik di wilayah lain di India.
Matsumoto menekankan bahwa biogas dapat diproduksi dari tebu dan jerami padi, tetapi populasi sapi India yang sangat besar menawarkan potensi besar.

Kerusuhan di Timur Tengah Menimbulkan Risiko
Upaya Suzuki pasti disambut baik di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. India menempati peringkat ketiga dunia untuk impor minyak mentah pada 2024, dan sekitar separuhnya berasal dari Timur Tengah yang kini dilanda konflik. Lebih dari 50 persen gas alam negara itu juga berasal dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Awal tahun ini, Perdana Menteri Narendra Modi menyerukan masyarakat memakai lebih sedikit energi. Pemerintah tengah berupaya mendiversifikasi pasokan energi India, termasuk dengan menambah impor minyak mentah dari Rusia.
Namun biogas juga menjadi pilihan yang masuk akal, dan India berupaya memperdalam kerja sama di bidang ini dengan Jepang.
Pada Juli, kedua negara sepakat membangun pabrik biogas di 1.000 lokasi di seluruh India dengan pinjaman Jepang. Di Tokyo, pejabat pemerintah melihat langkah itu sebagai peluang memperluas permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Penjualan Pupuk Kandang Memberi Dorongan bagi Petani
Di pabrik Suzuki di Gujarat, perusahaan juga menjual kotoran sapi sebagai pupuk organik setelah biogas diekstraksi. Para pejabat mengatakan pendapatan itu membantu menambal biaya operasional. Langkah ini juga dapat membantu India menghadapi naiknya harga pupuk kimia dari Timur Tengah.

NHK mengunjungi Nathiben Narengji Bhari, seorang petani yang menjual kotoran ke pabrik itu. Keluarganya beranggotakan enam orang, dan ia mengatakan tambahan 60 dolar per bulan dari kerja sama tersebut dapat dipakai membiayai pendidikan keluarganya. Saat ini ia memiliki sepuluh ekor sapi dan berharap bisa membeli lebih banyak.
Matsumoto pun optimistis. Menurutnya, petani bisa mendapat penghasilan tambahan dengan menjual kotoran. Ia menuturkan, "Kami ingin membuat seluruh wilayah ini lebih sejahtera. Dan kami berharap satu miliar orang yang tinggal di pedesaan India kelak mampu membeli mobil."

Adapun sapi, hewan itu telah menjadi bagian sakral dalam budaya selama ribuan tahun. Perluasan penggunaannya sebagai sumber biofuel dapat menempatkan India di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.