Misi Artemis Pacu Inovasi dan Ambisi Penjelajahan Bulan di Jepang
Program Artemis bertujuan mendaratkan kembali manusia di bulan pada 2028 dan memicu berbagai proyek riset mutakhir di seluruh Jepang. Salah satu fokusnya adalah pengembangan peralatan pemantauan bulan oleh pakar meteorit dari Okayama University of Science.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Misi Artemis Pacu Inovasi dan Ambisi Penjelajahan Bulan di Jepang

Meneliti Bulan
Niihara Takafumi adalah Associate Professor di Okayama University of Science. Sebagai pakar meteorit, ia telah melakukan riset di Houston, Amerika Serikat, lokasi pusat antariksa NASA. Penelitiannya mencakup analisis meteorit dan batuan bulan yang dibawa kembali oleh misi Apollo 16.
Kini, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan peralatan pemantauan yang akan digunakan di bulan dalam program Artemis.

Melalui mikroskop, Niihara menemukan bahwa meteorit bulan ini kaya akan mineral. Area berwarna oranye, misalnya, mengandung banyak aluminium.

Jika logam tersebut berhasil diekstraksi, ia dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya—ini hanyalah sebagian kecil dari target yang ingin dicapai program Artemis.
Niihara juga tengah mengamati bulan untuk memastikan keberadaan dan lokasi sumber air di sana.
Ia menuturkan: Air sangat krusial, baik untuk kebutuhan minum maupun sebagai bahan bakar roket. Saat ini kami sedang mempelajari struktur geologi Bulan demi memetakan keberadaan dan jumlah cadangan air di sana. Saya merasa kian bersemangat setiap tahunnya.
Mengenal Program Artemis
Program Artemis merupakan proyek eksplorasi Bulan internasional besutan Amerika Serikat yang dimulai sejak 2017. Para astronaut dijadwalkan kembali mendarat di permukaan Bulan pada 2028.
Pada April lalu, sebagai bagian dari misi ini, para astronaut menempuh jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai manusia saat terbang melintasi sisi terjauh Bulan.

NASA memproyeksikan rencana masa depan yang mencakup penemuan ilmiah lebih luas, eksplorasi nilai ekonomi, hingga misi berawak menuju Mars.
Mengingat kemungkinan astronaut untuk bermukim dalam jangka panjang, NASA meyakini pembangunan stasiun di permukaan Bulan menjadi hal yang sangat diperlukan.
Kepastian sumber air, seperti melalui riset Niihara, akan menjamin pasokan minum saat manusia tinggal di Bulan. Lebih jauh lagi, pengolahan air dapat menghasilkan oksigen untuk pernapasan serta hidrogen sebagai bahan bakar.
Sushi di Luar Angkasa
Sementara itu, para siswa di sebuah sekolah menengah teknik di Okayama turut merajut impian luar angkasa mereka. Mereka meneliti cara mewujudkan kemandirian di antariksa, termasuk melalui produksi pangan di sana.

Mereka tengah mengembangkan akuaponik, sebuah sistem sirkulasi tertutup yang memadukan budidaya ikan dengan hidroponik (metode tanam tanpa tanah). Para siswa yakin inovasi ini akan membawa perubahan besar bagi misi luar angkasa.

Air di dalam tangki mengandung sisa pakan dan kotoran ikan. Air tersebut kemudian disaring dan diolah menjadi pupuk.
Sayuran ditanam menggunakan air yang kaya nutrisi tersebut. Saat sayuran menyerap nutrisi, air pun kembali menjadi murni.
Air yang telah bersih kemudian dialirkan kembali ke tangki. Melalui siklus ini, ikan dan sayuran dapat dibudidayakan bersamaan meski dengan air dan pupuk yang terbatas.

Para siswa ini membudidayakan kerapu raksasa. Guna mendukung pertumbuhan ikan sekaligus menjaga kualitas air, mereka juga menanam pohon pisang.
Salah seorang siswa mengaku sangat menikmati kegiatan ini karena bisa melihat ikan-ikan tersebut tumbuh besar setiap hari berkat perawatan mereka.

Acara mencicipi hidangan di sebuah restoran lokal pun menuai respons yang sangat positif.
Ke depannya, para siswa berharap dapat mengembangkan sistem ini hingga tahap di mana orang-orang bisa menikmati sushi dari ikan dan beras hasil budidaya luar angkasa.
Seorang pengunjung wanita dalam acara tersebut memberikan pujian untuk cita rasa ikan tersebut.
Rasanya lezat dan teksturnya pun sangat enak, ungkapnya. Ia merasa akan sangat menyenangkan jika bisa menyantap hidangan seperti ini ketimbang terus-menerus mengonsumsi makanan luar angkasa siap saji.
Tonton video: Program Artemis bangkitkan impian luar angkasa di seluruh Jepang
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.