Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Misi Artemis Pacu Inovasi dan Ambisi Penjelajahan Bulan di Jepang

Program Artemis bertujuan mendaratkan kembali manusia di bulan pada 2028 dan memicu berbagai proyek riset mutakhir di seluruh Jepang. Salah satu fokusnya adalah pengembangan peralatan pemantauan bulan oleh pakar meteorit dari Okayama University of Science.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Niihara Takafumi peneliti meteorit dari Okayama University of Science di laboratorium.

Visual Utama

Misi Artemis Pacu Inovasi dan Ambisi Penjelajahan Bulan di Jepang

Tutup
Niihara Takafumi peneliti meteorit dari Okayama University of Science di laboratorium.

Meneliti Bulan

Niihara Takafumi adalah Associate Professor di Okayama University of Science. Sebagai pakar meteorit, ia telah melakukan riset di Houston, Amerika Serikat, lokasi pusat antariksa NASA. Penelitiannya mencakup analisis meteorit dan batuan bulan yang dibawa kembali oleh misi Apollo 16.

Kini, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan peralatan pemantauan yang akan digunakan di bulan dalam program Artemis.

Associate Professor Niihara Takafumi di Okayama University of Science
Associate Professor Niihara Takafumi di Okayama University of Science

Melalui mikroskop, Niihara menemukan bahwa meteorit bulan ini kaya akan mineral. Area berwarna oranye, misalnya, mengandung banyak aluminium.

Niihara menunjukkan area berwarna oranye yang menandakan kandungan aluminium.
Niihara menunjukkan area berwarna oranye yang menandakan kandungan aluminium.

Jika logam tersebut berhasil diekstraksi, ia dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya—ini hanyalah sebagian kecil dari target yang ingin dicapai program Artemis.

Niihara juga tengah mengamati bulan untuk memastikan keberadaan dan lokasi sumber air di sana.

Ia menuturkan: Air sangat krusial, baik untuk kebutuhan minum maupun sebagai bahan bakar roket. Saat ini kami sedang mempelajari struktur geologi Bulan demi memetakan keberadaan dan jumlah cadangan air di sana. Saya merasa kian bersemangat setiap tahunnya.

Mengenal Program Artemis

Program Artemis merupakan proyek eksplorasi Bulan internasional besutan Amerika Serikat yang dimulai sejak 2017. Para astronaut dijadwalkan kembali mendarat di permukaan Bulan pada 2028.

Pada April lalu, sebagai bagian dari misi ini, para astronaut menempuh jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai manusia saat terbang melintasi sisi terjauh Bulan.

Citra CG NASA
Citra CG NASA

NASA memproyeksikan rencana masa depan yang mencakup penemuan ilmiah lebih luas, eksplorasi nilai ekonomi, hingga misi berawak menuju Mars.

Mengingat kemungkinan astronaut untuk bermukim dalam jangka panjang, NASA meyakini pembangunan stasiun di permukaan Bulan menjadi hal yang sangat diperlukan.

Kepastian sumber air, seperti melalui riset Niihara, akan menjamin pasokan minum saat manusia tinggal di Bulan. Lebih jauh lagi, pengolahan air dapat menghasilkan oksigen untuk pernapasan serta hidrogen sebagai bahan bakar.

Sushi di Luar Angkasa

Sementara itu, para siswa di sebuah sekolah menengah teknik di Okayama turut merajut impian luar angkasa mereka. Mereka meneliti cara mewujudkan kemandirian di antariksa, termasuk melalui produksi pangan di sana.

Para siswa SMA Teknik Higashi Okayama
Para siswa SMA Teknik Higashi Okayama

Mereka tengah mengembangkan akuaponik, sebuah sistem sirkulasi tertutup yang memadukan budidaya ikan dengan hidroponik (metode tanam tanpa tanah). Para siswa yakin inovasi ini akan membawa perubahan besar bagi misi luar angkasa.

Sistem akuaponik
Sistem akuaponik

Air di dalam tangki mengandung sisa pakan dan kotoran ikan. Air tersebut kemudian disaring dan diolah menjadi pupuk.

Sayuran ditanam menggunakan air yang kaya nutrisi tersebut. Saat sayuran menyerap nutrisi, air pun kembali menjadi murni.

Air yang telah bersih kemudian dialirkan kembali ke tangki. Melalui siklus ini, ikan dan sayuran dapat dibudidayakan bersamaan meski dengan air dan pupuk yang terbatas.

Daun menyerap nutrisi dan mengalirkan kembali air yang telah dimurnikan ke dalam tangki ikan.
Daun menyerap nutrisi dan mengalirkan kembali air yang telah dimurnikan ke dalam tangki ikan.

Para siswa ini membudidayakan kerapu raksasa. Guna mendukung pertumbuhan ikan sekaligus menjaga kualitas air, mereka juga menanam pohon pisang.

Salah seorang siswa mengaku sangat menikmati kegiatan ini karena bisa melihat ikan-ikan tersebut tumbuh besar setiap hari berkat perawatan mereka.

Para siswa meminta bantuan juru masak setempat untuk mengolah ikan hasil budidaya mereka.
Para siswa meminta bantuan juru masak setempat untuk mengolah ikan hasil budidaya mereka.

Acara mencicipi hidangan di sebuah restoran lokal pun menuai respons yang sangat positif.

Ke depannya, para siswa berharap dapat mengembangkan sistem ini hingga tahap di mana orang-orang bisa menikmati sushi dari ikan dan beras hasil budidaya luar angkasa.

Seorang pengunjung wanita dalam acara tersebut memberikan pujian untuk cita rasa ikan tersebut.

Rasanya lezat dan teksturnya pun sangat enak, ungkapnya. Ia merasa akan sangat menyenangkan jika bisa menyantap hidangan seperti ini ketimbang terus-menerus mengonsumsi makanan luar angkasa siap saji.

Tonton video: Program Artemis bangkitkan impian luar angkasa di seluruh Jepang

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

program artemis jepangteknologi luar angkasapenjelajahan bulanriset antariksa jepangmisi nasa artemis

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.