Gempa Megathrust Jepang: Masyarakat Didesak Siaga dan Amankan Rumah
Gempa magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang Senin malam, meningkatkan risiko gempa besar di Palung Jepang dan Palung Chishima. Pejabat mendorong warga memeriksa rute evakuasi, mengamankan perabotan, dan menyiapkan tas siaga bencana.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Gempa Megathrust Jepang: Masyarakat Didesak Siaga dan Amankan Rumah

Periksa Jalur Evakuasi
Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin malam. Tak lama setelahnya, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan peningkatan risiko gempa kuat di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima di lepas pantai Hokkaido.
Peringatan ini mencakup 182 kota besar, kota kecil, dan desa di prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, dan Chiba.

Pihak berwenang mendorong masyarakat untuk memeriksa jalur evakuasi, mengamankan perabotan rumah tangga, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi makanan, air, dan toilet portabel.
Pakar Soroti Getaran Periode Pendek
Profesor Sakai Yuki dari Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto menganalisis data seismik dari lebih 20 lokasi setelah gempa Senin malam.
Ia mencatat banyak getaran periode pendek kurang dari satu detik, yang membuat jendela kaca, dinding, dan furnitur sangat rentan terhadap kerusakan.
Kerusakan luas pada jembatan dan panel langit-langit di fasilitas komersial kemungkinan besar juga disebabkan oleh getaran periode pendek tersebut.

Sakai juga menjelaskan bahwa gempa itu hanya berlangsung satu hingga dua detik dengan getaran relatif ringan, meski biasanya durasi seperti ini lebih berisiko merobohkan rumah. Namun, hal ini bukan alasan untuk lengah.

Kemungkinan terjadinya gempa susulan tetap tinggi, dan tidak ada jaminan guncangannya akan sebentar seperti sebelumnya. Jangan menganggap rumah Anda aman hanya karena selamat kali ini, tegasnya.
Pembeli Mulai Memperhatikan Saran Kesiapsiagaan
Banyak orang mulai memperhatikan saran untuk siap menghadapi potensi gempa megathrust. Di sebuah toko perlengkapan rumah di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori, para pekerja menata barang-barang darurat di dekat pintu masuk pada Selasa.
Bagian ini menyediakan berbagai barang, termasuk air, senter, dan tiang penyangga yang dapat disesuaikan untuk mencegah furnitur roboh.

Seorang pria berusia 40-an terlihat membeli beberapa alat penstabil untuk kulkasnya yang hampir jatuh saat gempa. Saya harap tidak terjadi gempa besar lagi. Karena memiliki anak kecil, saya membeli ini sebagai tindakan pencegahan.
Pihak toko melaporkan banyak pelanggan membeli tiang penyangga, toilet portabel, dan tangki penyimpanan air.
Toko perlengkapan rumah tangga lain di Kota Hakodate, Hokkaido, juga terlihat ramai. "Kami memiliki stok yang cukup, jadi kami mengimbau pelanggan untuk tetap tenang," kata salah satu staf.
Penjualan air minum kemasan dan paket siaga bencana meningkat tiga kali lipat sejak gempa hari Senin, menurut pihak toko.

Seorang pelanggan pria berusia 30-an mengatakan dia datang ke toko setelah membahas kemungkinan gempa susulan dengan keluarganya. "Kami memutuskan untuk bersiap-siap, jadi saya membeli paket siaga bencana untuk semua anggota keluarga," ujarnya.
Musim Dingin Membawa Tantangan bagi Pengungsi
Gempa bumi selama bulan-bulan dingin di Jepang dapat membuat evakuasi menjadi sangat sulit.
Saat itu sudah lewat tengah malam, gelap dan dingin, kata seorang pria dari Kota Hiroo, Hokkaido, yang pindah ke bukit dekat mobilnya setelah gempa Senin. Saya terus menyalakan mesin agar tetap hangat dan merasa cemas tentang apa yang mungkin terjadi.

Para pekerja di pusat penitipan anak bersertifikat di Kota Hakodate, Hokkaido, menyiapkan pemanas portabel dan matras termal untuk berjaga-jaga.
Titik evakuasi kami berada di gedung apartemen beton, jadi saya tidak ingin anak-anak kedinginan, kata Direktur Saito Hiromi. Bahkan kemungkinan gempa hanya 1 persen pun tidak saya anggap sepele. Setelah peristiwa minggu ini, kami menjadi jauh lebih teliti.

Berada lama di suhu dingin dapat menyebabkan hipotermia. Sangat penting tetap kering meski hujan atau salju, kata Profesor Nemoto Masahiro dari Perguruan Tinggi Keperawatan Palang Merah Jepang Hokkaido. Jaga tubuh tetap hangat dan jangan biarkan panasnya hilang.
Untuk informasi lengkap tentang gempa dan imbauan terbaru dalam bahasa Inggris, kunjungi situs web Badan Meteorologi Jepang. (*Anda akan meninggalkan situs NHK WORLD-JAPAN)
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

