Perpisahan Penuh Haru: Nissan Resmi Akhiri Produksi Mobil Sport Ikonis GT-R
Nissan menghentikan produksi GT-R di pabrik Prefektur Tochigi pada 26 Agustus 2025 setelah berkiprah sejak 2007. Model legendaris yang berakar dari Skyline era 1970-an ini menyisakan nostalgia mendalam bagi para penggemar otomotif dunia.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Perpisahan Penuh Haru: Nissan Resmi Akhiri Produksi Mobil Sport Ikonis GT-R

Para pekerja otomotif dan awak media berkumpul di pabrik Nissan Prefektur Tochigi, utara Tokyo, pada Selasa untuk menyaksikan akhir perjalanan GT-R. Suasana haru menyelimuti momen tersebut, bahkan beberapa orang meneteskan air mata saat melihat unit terakhir keluar dari lini produksi.

Warisan Setengah Abad
Kisah GT-R telah terukir selama lebih dari setengah abad, berakar dari Skyline GT-R era 1970-an. Nama besar ini terus berlanjut melalui berbagai model sepanjang 1980-an dan 90-an, hingga akhirnya generasi modern lahir di bawah arahan Carlos Ghosn pada 2007.
Berbekal mesin V6 twin-turbo bertenaga dan sistem penggerak 4 roda, mobil ini membuktikan ketangguhannya di jalanan kota maupun sirkuit balap.

Setiap mesin dirakit dengan tangan oleh pengrajin ahli yang dikenal sebagai takumi, memberikan sentuhan personal yang menambah daya tarik eksklusif model tersebut.
Ikon Mobil Sport Nissan
Selama 18 tahun masa produksinya, GT-R modern menjadi mobil sport unggulan Nissan dengan total penjualan sekitar 48.000 unit, di mana lebih dari 17.000 di antaranya berada di Jepang.

Akhir Sebuah Era
Namun, biaya pengembangan yang kian membengkak akhirnya memaksa Nissan untuk berhenti. Regulasi emisi dan keselamatan yang lebih ketat mengharuskan para insinyur merancang suku cadang serta sistem baru, yang berdampak pada lonjakan biaya.
Seiring meningkatnya biaya produksi, harga jualnya pun ikut melonjak. Model dasar kini dibanderol mulai 14,44 juta yen — sekitar 1,8 kali lipat dibandingkan harga saat model tersebut pertama kali debut.

Di sebuah museum mobil di Kota Okaya, Prefektur Nagano, para pengunjung meratapi berakhirnya masa produksi kendaraan ikonik ini.
'Ini adalah mobil sport terbaik,' kata salah satu pengunjung. 'Mobil ini memiliki aura yang tidak dimiliki kendaraan lain.'
Mimpi Pengembang untuk Era GT-R Masa Depan
Bagi Matsumoto Mitsutaka, yang telah mendedikasikan lebih dari dua dekade dalam pengembangan GT-R, berakhirnya model ini memiliki makna personal yang mendalam.
'GT-R adalah Nissan dan Nissan adalah GT-R,' ujarnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut pada akhirnya terbentur masalah biaya, sehingga perusahaan tidak punya pilihan selain menghentikan produksi.
'Meskipun kami berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan, selalu muncul pertanyaan apakah pelanggan sanggup membelinya dengan harga terjangkau,' katanya. Ia berharap Nissan dapat melewati tantangan saat ini dan generasi penerus bakal menghidupkan kembali GT-R dengan DNA baru.

Kala Aspek Fungsional Mengalahkan Performa
Mobil sport bermesin bensin pernah mendefinisikan era keemasan otomotif di Jepang. Namun, para ahli menyebut pengembangannya kini kian sulit.
Sugiura Takaaki, peneliti di Mitsubishi Research Institute, menjelaskan bahwa selain regulasi lingkungan, tuntutan untuk memenuhi standar keamanan dan keselamatan juga ikut menggelembungkan biaya pengembangan.

Sugiura menyebut bahwa keluarga dengan anak kini lebih mengutamakan kenyamanan. Hal ini membuat minivan, SUV, dan kendaraan berkapasitas tiga baris kursi sangat populer. Ke depan, pertimbangan praktis diprediksi akan jauh lebih penting daripada performa berkendara.
Karena beban investasi pengembangan yang besar makin sulit memberikan timbal balik yang sepadan, beberapa pabrikan otomotif memilih untuk menghentikan produksi mobil sport mereka.
Mitsubishi Motors mengakhiri produksi Lancer Evolution pada 2015. Subaru merilis sedan WRX STI terakhirnya pada 2020, sementara Honda resmi menghentikan produksi coupe NSX pada 2022.



Ingin Terus Berkendara Selamanya
Takagi Shunsuke bekerja di bengkel spesialis GT-R yang melayani jual beli dan perawatan. Selama 27 tahun, ia telah mengendarai berbagai varian mobil ini dan mengaku sangat menyukai deru mesinnya.
Ia menuturkan bahwa saat berada di balik kemudi GT-R, muncul perasaan ingin terus berkendara selamanya.
Bagi Takagi, mobil ini bukan sekadar mata pencaharian, melainkan cinta seumur hidup. Meski produksinya resmi berakhir, ia yakin GT-R akan kembali suatu hari nanti dan ia akan selalu memberikan dukungan yang tak tergoyahkan.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
