Produksi Baja Mentah Jepang Turun ke Peringkat Ke-4 Dunia sejak 1963
Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun, produksi baja mentah Jepang turun ke peringkat keempat dunia di bawah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Produksi baja mentah Jepang turun ke peringkat keempat dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun. Angka produksi ini merupakan indikator utama untuk mengukur kekuatan industri baja nasional.
World Steel Association melaporkan bahwa Jepang memproduksi sekitar 80 juta ton baja mentah pada tahun 2025. Jumlah tersebut turun 4 persen dari tahun sebelumnya, menempatkan Jepang di posisi keempat setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Output baja mentah Jepang sempat meningkat pesat setelah Perang Dunia II karena tingginya permintaan untuk rekonstruksi. Produksinya pernah melampaui 100 juta ton selama masa pertumbuhan ekonomi yang pesat pada 1970-an, namun cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Analis di SMBC Nikko Securities mengindikasikan bahwa penyusutan populasi dan perubahan struktur industri di Jepang terus menekan sektor penting ini. Analis senior Atsushi Yamaguchi menyatakan bahwa di tengah meningkatnya risiko geopolitik, industri baja mutlak diperlukan dan harus dipertahankan.
Yamaguchi menambahkan bahwa pemerintah kemungkinan perlu memberikan dukungan lebih besar untuk melindungi industri strategis tersebut.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-27T04:06:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.