Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Biaya Lintas Selat Hormuz Tidak Punya Dasar Hukum: Menteri Perdagangan Jepang

Menteri Perdagangan Jepang Akazawa Ryosei menilai rencana tol wajib 20 persen di Selat Hormuz tidak berdasar hukum. Jepang berharap lalu lintas bebas dan aman segera pulih, serta memantau dampaknya ke pasar energi dan perekonomian dalam negeri.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Menteri Perdagangan Jepang Akazawa Ryosei berbicara kepada wartawan mengenai rencana tol di Selat Hormuz

Visual Utama

Biaya Lintas Selat Hormuz Tidak Punya Dasar Hukum: Menteri Perdagangan Jepang

Tutup
Menteri Perdagangan Jepang Akazawa Ryosei berbicara kepada wartawan mengenai rencana tol di Selat Hormuz

Menteri Perdagangan Jepang Akazawa Ryosei mengatakan pengenaan biaya wajib untuk melintasi Selat Hormuz tidak memiliki dasar hukum. Akazawa berbicara kepada wartawan pada Selasa mengenai rencana Presiden AS Donald Trump mengenakan tol 20 persen atas kargo yang melintasi perairan itu.

Ia mengatakan Organisasi Maritim Internasional menyatakan Selat Hormuz adalah jalur air yang digunakan untuk navigasi global, dan baik Amerika Serikat maupun Iran tidak punya dasar hukum untuk memberlakukan tol wajib. Menteri perdagangan itu menambahkan, Jepang sangat berharap lalu lintas yang bebas dan aman segera pulih di Selat Hormuz.

Ia mengatakan Jepang akan memantau dengan saksama kemungkinan dampak terhadap pasar energi global dan perekonomian Jepang, termasuk harga.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-07-14T07:00:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

selat hormuzakazawa ryoseimenteri perdagangan jepangtol selat hormuzdonald trumppasar energiorganisasi maritim internasionaljepang as iran

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.