Peneliti: Kepiting Mulai Berjalan Miring sejak 200 Juta Tahun Lalu
Tim peneliti di Jepang menemukan bahwa kemampuan berjalan miring pada kepiting berevolusi sekitar 200 juta tahun lalu untuk menghindari pemangsa.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Peneliti: Kepiting Mulai Berjalan Miring sejak 200 Juta Tahun Lalu
Sebuah tim peneliti di Jepang mengungkapkan bahwa asal-usul cara berjalan miring pada kepiting bermula sekitar 200 juta tahun yang lalu dari satu nenek moyang yang sama. Studi yang dipublikasikan oleh para ilmuwan dari Universitas Nagasaki dan sejumlah institusi lainnya ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang bagaimana cara bergerak pada hewan berevolusi.
Penelitian tersebut melibatkan pengamatan terhadap 50 spesies kepiting yang ditempatkan dalam sebuah arena melingkar plastik yang dirancang menyerupai habitat asli mereka. Para peneliti merekam video setiap kepiting selama 10 menit untuk menganalisis apakah mereka bergerak menyamping atau ke depan.
Data yang terkumpul kemudian diintegrasikan dengan kerangka filogenetik terbaru.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berjalan miring hanya berevolusi satu kali dari nenek moyang yang semula berjalan ke depan, dan sifat tersebut terus dipertahankan hingga kini. Pada era ketika evolusi ini terjadi, perairan dangkal meluas akibat pecahnya benua, yang menciptakan kondisi lingkungan menguntungkan bagi kepiting untuk berdiversifikasi.
Para peneliti menjelaskan bahwa berjalan menyamping memberikan keuntungan signifikan dalam menghindari pemangsa. Dengan kemampuan bergerak cepat ke arah lateral, arah pelarian kepiting menjadi sulit diprediksi oleh predator.
Ketua tim peneliti, Profesor Madya Kawabata Yuuki dari Sekolah Pascasarjana Sains dan Teknologi Terpadu Universitas Nagasaki, menyebut perilaku berjalan miring ini sebagai fenomena yang sangat unik dan langka di dunia hewan. Ia meyakini bahwa hasil studi ini akan membantu mengungkap bagaimana metode pergerakan revolusioner tersebut memengaruhi keberhasilan kelangsungan hidup makhluk hidup.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-04-28T21:59:55.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
