Jepang Keluarkan Peringatan Potensi Gempa Mega, Imbauan Tsunami Kini Dicabut
Badan Meteorologi Jepang merilis peringatan potensi gempa mega di sepanjang palung Pasifik setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara. Warga di 182 kota dan desa diminta meningkatkan kesiapsiagaan hingga 27 April mendatang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jepang Keluarkan Peringatan Potensi Gempa Mega, Imbauan Tsunami Kini Dicabut
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan potensi gempa mega setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin sore. Warga di tujuh prefektur diminta untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan terus memantau pembaruan informasi resmi.
Menurut para pejabat, terdapat peningkatan probabilitas terjadinya gempa berskala besar di sepanjang dua palung laut dalam di Samudra Pasifik. Peringatan ini mencakup 182 kota dan desa di prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, dan Chiba.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta untuk mengikuti imbauan ini hingga Senin depan, 27 April, pukul 17:00. Pihak berwenang menekankan bahwa status ini bukan merupakan perintah evakuasi dini, melainkan arahan untuk menyiapkan tas siaga darurat, mengamankan furnitur, serta memastikan ketersediaan cadangan air, makanan, dan toilet portabel.
Selain itu, warga diingatkan untuk hanya merujuk pada informasi dari sumber tepercaya dan menahan diri dari menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah situasi darurat.
Sebelumnya, imbauan tsunami sempat diberlakukan untuk wilayah Iwate serta pesisir Pasifik Hokkaido dan Aomori dengan perkiraan gelombang hingga 3 meter. Namun, seluruh imbauan tsunami akhirnya dicabut pada Senin pukul 23:45 waktu setempat setelah situasi dinilai aman.
Tsunami setinggi 80 sentimeter sempat terpantau di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate. Sementara itu, gelombang setinggi 40 sentimeter mencapai Pelabuhan Miyako, Kota Urakawa di Hokkaido, dan Pelabuhan Hachinohe di Aomori.
Di wilayah lainnya, tinggi tsunami yang teramati berada di bawah 30 sentimeter.
JMA merevisi kekuatan gempa yang berpusat di lepas pantai Sanriku tersebut dari magnitudo 7,5 menjadi 7,7 dengan kedalaman sekitar 19 kilometer. Gempa ini mencatat intensitas seismik '5 atas' pada skala 0 hingga 7 Jepang di wilayah yang paling terdampak.
Di wilayah Tohoku, terekam pula fenomena 'gerakan tanah periode panjang' kelas 3 yang dapat mengguncang gedung-gedung tinggi hingga membuat orang sulit berdiri dan berisiko merobohkan perabotan. Pejabat cuaca memperingatkan bahwa gelombang tsunami susulan bisa lebih tinggi dari gelombang pertama yang tiba.
Pemerintah melaporkan lebih dari 176.000 warga di lima prefektur sempat diperintahkan untuk mengungsi hingga Senin malam. Layanan kereta cepat Shinkansen jalur Tohoku, Akita, dan Yamagata pun telah kembali beroperasi normal, sementara operasional bandara di Shin-Chitose dan Sendai dilaporkan tidak mengalami gangguan.
Terkait keamanan fasilitas nuklir, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) mengonfirmasi tidak ada kelainan di PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini. Kondisi serupa juga dilaporkan pada PLTN Higashidori di Aomori dan PLTN Onagawa di Miyagi, tanpa adanya perubahan tingkat radiasi di sekitar lokasi.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-04-20T20:25:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

