PM Jepang Sanae Takaichi Janjikan Upaya Diplomatik Redam Ketegangan di Iran
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan Jepang akan menempuh segala langkah diplomatik untuk meredakan situasi di Iran dan memprioritaskan keselamatan warga negaranya di kawasan tersebut.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan bahwa Jepang akan melakukan segala upaya diplomatik yang diperlukan bersama komunitas internasional untuk membantu meredakan situasi di Iran secepat mungkin. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun demi menjamin keselamatan warga negara Jepang di kawasan tersebut.
Berbicara dalam sidang komite Kamar Rendah pada hari Senin, Takaichi menyebut pemerintah bekerja sama erat dengan negara-negara terkait untuk mengumpulkan informasi. Saat ini, otoritas Jepang juga tengah meninjau status jalur laut dan udara di kawasan tersebut serta memberikan informasi terkini kepada pihak-pihak terkait.
Takaichi menegaskan posisi konsisten Jepang bahwa pengembangan senjata nuklir oleh Iran tidak boleh dibiarkan. Ia mendesak Iran untuk menghentikan tindakan yang dapat mengguncang stabilitas kawasan, termasuk pengembangan senjata nuklir dan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Perdana menteri juga menyerukan penyelesaian diplomatik melalui negosiasi. Ia menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah—termasuk keamanan energi dan pemeliharaan sistem nonproliferasi nuklir internasional—merupakan hal yang sangat penting bagi Jepang.
Terkait laporan mengenai penutupan efektif Selat Hormuz, jalur transportasi yang sangat krusial, Takaichi mencatat adanya informasi yang simpang siur. Meski demikian, Menteri Perindustrian terus memantau dengan ketat status kapal-kapal Jepang yang melintasi wilayah tersebut.
Pemerintah juga sedang mengonfirmasi evakuasi para awak kapal ke area yang lebih aman guna memastikan keselamatan mereka.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Motegi Toshimitsu melaporkan bahwa hampir seluruh dari sekitar 200 warga negara Jepang di Iran telah dihubungi. Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai warga yang terluka.
Motegi juga menyatakan bahwa pemerintah telah menjalin kontak dengan sekitar 7.700 warga negara Jepang di negara-negara tetangga Iran. Pemerintah telah memulai persiapan evakuasi dan akan memberikan bantuan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan mereka di lapangan.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-02T05:49:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.