Bea Cukai Jepang Sita Lebih dari 3 Ton Obat Terlarang Sepanjang 2025
Otoritas Jepang mencatat rekor penyitaan obat terlarang terbesar kedua sepanjang sejarah pada 2025, dengan lonjakan tajam pada penyelundupan ganja.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Badan Bea Cukai dan Tarif di bawah Kementerian Keuangan Jepang melaporkan bahwa kantor bea cukai di pelabuhan dan bandara seluruh negeri menyita total 3.211 kilogram obat terlarang pada 2025. Angka ini naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi volume penyitaan terbesar kedua dalam sejarah negara tersebut.
Penyitaan tersebut mencakup 1.531 kilogram ganja, jumlah tertinggi yang pernah tercatat untuk zat tersebut. Angka ini melonjak sekitar 3,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Petugas juga menyita 41 kilogram obat-obatan tertentu yang dilarang oleh undang-undang, naik 3,8 kali lipat dari tahun sebelumnya. Di antara zat tersebut, terdapat 2 kilogram etomidat, jenis obat yang baru ditambahkan ke dalam daftar zat terlarang tahun lalu.
Pihak berwenang menyoroti adanya tren wisatawan yang mencoba menyelundupkan obat terlarang dalam jumlah besar ke Jepang. Sebagai contoh, pada Januari tahun lalu, seorang penumpang dari Amerika Serikat tertangkap di Bandara Narita dengan 25 kilogram ganja yang disembunyikan di dalam koper.
Di sisi lain, penyitaan emas justru mengalami penurunan sebesar 68 persen menjadi 425 kilogram. Penurunan ini terjadi meskipun harga logam mulia tersebut sedang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-17T12:13:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.