Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Sidang Perdana Kasus Perampokan 51 Juta Yen terhadap Warga Jepang Digelar di Hong Kong

Empat orang, termasuk tiga warga Jepang, mulai disidangkan di Hong Kong atas dugaan perampokan uang tunai senilai 51 juta yen yang berkaitan dengan upaya pencurian di Bandara Haneda.

NHK WORLD2 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Domestik2 Feb 2026

Pengadilan Hong Kong menggelar sidang perdana atas kasus perampokan jalanan senilai lebih dari 50 juta yen (sekitar 330.000 dolar AS) yang melibatkan warga negara Jepang. Tiga warga Jepang dan seorang warga Tiongkok didakwa atas dugaan konspirasi merampok uang sekitar 51 juta yen dari seorang pria Jepang berusia 51 tahun di sebuah kawasan hiburan di Hong Kong pada Jumat lalu.

Keempat terdakwa hadir di pengadilan pada Senin untuk mendengarkan pembacaan dakwaan. Saat ditanya oleh hakim apakah mereka memahami isi dakwaan tersebut, ketiga warga Jepang itu menyatakan paham.

Polisi Hong Kong mengungkapkan bahwa salah satu tersangka, Suzuki Yusuke (27), membawa uang tunai sekitar 190 juta yen (lebih dari 1,2 juta dolar AS) ke Hong Kong bersama korban. Polisi menduga Suzuki telah memberikan jadwal pengangkutan dan informasi lainnya kepada Shimomura Keigo (23) serta anggota komplotan perampok lainnya.

Dalam persidangan, jaksa menyatakan bahwa rekaman kamera pengawas taksi menunjukkan korban mencoba melawan para perampok, sementara Suzuki terlihat tidak melakukan upaya apa pun untuk melindungi uang tersebut. Persidangan penuh dijadwalkan akan berlangsung pada bulan April mendatang.

Korban diduga juga sempat diserang dalam percobaan perampokan yang gagal di area parkir Bandara Haneda, Tokyo, sebelum berangkat ke Hong Kong. Kepolisian Jepang kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya hubungan antara kedua kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan penyidik, korban percobaan perampokan di Bandara Haneda mengaku pernah dirampok uang asing senilai sekitar 95 juta yen (sekitar 610.000 dolar AS) pada tahun lalu. Dalam insiden di Haneda pada Jumat pagi, empat orang diserang di dekat mobil mereka, namun uang tunai 190 juta yen yang ada di dalam kendaraan gagal dicuri.

Dua orang dalam kelompok tersebut kemudian membawa uang itu ke Hong Kong, namun mereka kembali diserang dan kehilangan sekitar 51 juta yen. Penyelidik Jepang menemukan bahwa seorang presiden perusahaan berusia 30-an, yang memberikan instruksi pengangkutan uang dan ikut diserang di Haneda, juga merupakan korban perampokan pada November lalu di Distrik Chuo, Tokyo.

Dalam kasus tersebut, pelaku memecahkan kaca mobil dan mencuri uang asing senilai 95 juta yen. Presiden perusahaan itu mengaku rutin memindahkan uang tunai ke Hong Kong hampir setiap hari sebagai bagian dari bisnis jual beli emas.

Serangkaian perampokan terbaru ini membuat polisi mencurigai adanya kebocoran informasi mengenai pengiriman uang dalam jumlah besar.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-02T09:00:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.