Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Korban Perampokan di Hong Kong Ternyata Sempat Jadi Sasaran di Bandara Haneda

Polisi Tokyo menyelidiki keterkaitan antara perampokan uang tunai di Distrik Taito dan Bandara Haneda dengan kasus serupa yang menimpa korban di Hong Kong.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Domestik31 Jan 2026

Serangkaian perampokan uang tunai senilai ratusan juta yen terjadi di Tokyo sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Kepolisian Tokyo kini tengah menyelidiki keterkaitan kasus-kasus tersebut dengan insiden perampokan yang dialami salah satu korban setibanya di Hong Kong.

Pria berusia 50-an yang menjadi korban percobaan pencurian di Bandara Haneda melaporkan bahwa dirinya dirampok lebih dari 50 juta yen setelah mendarat di Hong Kong. Pria tersebut terbang ke sana tak lama setelah insiden di Haneda dan menyebutkan bahwa uang yang hilang adalah bagian dari dana yang ia bawa di bandara.

Aksi kriminal pertama terjadi sekitar pukul 21.30 Kamis di sebuah jalan di Distrik Taito, Tokyo. Tiga pelaku menyerang sekelompok warga Jepang dan China menggunakan semprotan merica sebelum membawa kabur uang tunai lebih dari 400 juta yen (sekitar 2,7 juta dolar AS).

Sekitar dua setengah jam kemudian, atau Jumat dini hari, percobaan pencurian kembali terjadi di area parkir Bandara Haneda. Empat pelaku menyerang sekelompok orang yang membawa uang tunai sekitar 190 juta yen di dalam mobil mereka, namun para pelaku melarikan diri tanpa sempat mengambil uang tersebut.

Pimpinan perusahaan yang mengoordinasikan pengiriman uang tersebut menjelaskan bahwa dana itu berasal dari hasil penjualan emas dan rutin dibawa ke Hong Kong hampir setiap hari untuk ditukarkan ke mata uang lain.

Saat ini, polisi masih memburu empat pelaku penyerangan di Haneda yang diduga masih berada di Jepang. Pihak berwenang terus mendalami kemungkinan adanya jaringan yang menghubungkan rentetan kasus perampokan besar ini hingga ke luar negeri.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-01-31T14:14:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.