Penjualan Department Store Jepang Menurun pada 2025
Penjualan department store di Jepang turun pada 2025 untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Imbauan China agar warganya menghindari perjalanan ke Jepang disebut ikut memicu penurunan besar pada penjualan bebas bea.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Asosiasi Department Stores Jepang mengatakan total penjualan tahun lalu mencapai 5,675 triliun yen, atau sekitar 36 miliar dolar. Angka itu turun 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan barang bebas bea anjlok 12,7 persen menjadi sekitar 3,6 miliar dolar.
Pemerintah China mengeluarkan imbauan perjalanan itu pada November. Langkah tersebut diambil setelah Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae merujuk pada kemungkinan keadaan darurat Taiwan dalam pernyataannya di Diet Jepang.
Pada Desember, jumlah wisatawan China ke Jepang dan belanja mereka di department store sama-sama turun sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pejabat Asosiasi Department Stores, Nishisaka Yoshiharu, mencatat jumlah penerbangan dari China juga menurun.
Ia mengatakan dampaknya terhadap penjualan toko kemungkinan akan berlanjut untuk sementara, termasuk selama periode libur Tahun Baru Imlek.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-23T10:55:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.