BOJ Diperkirakan Tak Ubah Suku Bunga, Bahas Yen Lemah dan Obligasi
Bank of Japan diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat dua hari yang dimulai Kamis. Para pembuat kebijakan juga akan membahas dampak volatilitas pasar keuangan terbaru terhadap ekonomi.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Para pengamat BOJ mengatakan para pejabat ingin waktu lebih banyak untuk menilai dampak kenaikan itu terhadap keuangan rumah tangga dan laba perusahaan. Bank itu menaikkan suku bunga kebijakannya seperempat poin persentase pada Desember menjadi sekitar 0,75 persen.
BOJ diperkirakan sedikit menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya, sambil membiarkan perkiraan waktu untuk mencapai target inflasi 2 persen tetap tidak berubah.
Jepang menghadapi pemilu umum dadakan pada awal bulan depan, dan partai yang berkuasa maupun oposisi sama-sama menyerukan pemangkasan pajak konsumsi. Kekhawatiran bahwa langkah ini akan mengurangi penerimaan pajak dan memperburuk keuangan negara Jepang menjadi salah satu faktor yang melemahkan yen.
Kekhawatiran serupa mengenai kenaikan utang Jepang telah mendorong investor menjual obligasi pemerintah dan membuat imbal hasil obligasi jangka panjang naik. Gubernur BOJ Ueda Kazuo akan menggelar konferensi pers setelah rapat kebijakan, dan pernyataannya akan dicermati untuk mencari petunjuk tentang arah kebijakan bank.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-22T02:36:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Buka arsip Wayback untuk melihat salinan yang tersedia.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.