Kaisar dan Permaisuri Jepang Terima Kunjungan Presiden Nepal
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako menyambut Presiden Nepal Ramchandra Paudel di Istana Kekaisaran Tokyo. Pertemuan ini menandai 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Kabar harian dari masyarakat, pemerintahan daerah, keamanan, hukum, dan berbagai perubahan yang langsung terasa di dalam negeri Jepang. Memuat arsip 90 hari terakhir. Arsip lengkap mencakup April 2025 - April 2026.
Arsip Tiga Bulan Terakhir
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako menyambut Presiden Nepal Ramchandra Paudel di Istana Kekaisaran Tokyo. Pertemuan ini menandai 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Kelompok penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki menemukan hanya sekitar 20 persen anggota Parlemen Jepang yang merespons survei mengenai sikap mereka terhadap Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir.
Kasus penyakit yang sering disebut flu perut ini terus melonjak di berbagai wilayah Jepang, memicu peringatan untuk memperketat kebersihan tangan dan sterilisasi alat masak.
Indeks Nikkei 225 mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Selasa, didorong oleh sentimen positif dari pasar Amerika Serikat dan depresiasi mata uang yen.
Bank of Japan mulai melepas aset ETF yang dibeli selama periode pelonggaran moneter besar-besaran, dengan target penjualan tahunan mencapai 330 miliar yen.
Nilai ekspor produk pertanian dan pangan Jepang mencapai rekor tertinggi selama 13 tahun berturut-turut pada 2025, meski totalnya masih di bawah target pemerintah sebesar 2 triliun yen.
Tren konsentrasi penduduk di Tokyo tetap berlanjut dengan arus masuk bersih lebih dari 65.000 orang pada 2025, meski angka kenaikannya menyusut untuk pertama kalinya sejak 2021.
Akumulasi salju di wilayah utara dan timur Jepang mencapai tiga kali lipat dari rata-rata tahunan, meski cuaca buruk diperkirakan mulai mereda pada Selasa siang.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan 27 orang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem dan kecelakaan terkait salju dalam dua pekan terakhir.
Peneliti Jepang berhasil mengangkat lumpur bermuatan unsur tanah jarang dari kedalaman 5.700 meter di Samudra Pasifik. Keberhasilan ini membuktikan sistem penambangan mampu bekerja di bawah tekanan ekstrem dan membuka jalan bagi produksi massal.