Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

JAXA Berhasil Uji Terbang Roket Eksperimental yang Dapat Digunakan Kembali

JAXA berhasil menguji terbang roket eksperimental RV-X di Noshiro, Prefektur Akita. Roket setinggi 7,3 meter itu terbang sekitar 40 detik, naik hingga 11 meter, lalu bergerak horizontal sekitar 16 meter sesuai rencana.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Roket eksperimental RV-X JAXA saat uji terbang di Noshiro, Akita

Visual Utama

JAXA Berhasil Uji Terbang Roket Eksperimental yang Dapat Digunakan Kembali

Tutup
Roket eksperimental RV-X JAXA saat uji terbang di Noshiro, Akita

RV-X Naik dan Mendarat Sesuai Rencana

Uji terbang roket eksperimental pakai ulang RV-X digelar di Kota Noshiro, Prefektur Akita, pada Sabtu.

Penerbangan roket setinggi 7,3 meter itu berlangsung sekitar 40 detik.

Roket naik hingga sekitar 11 meter di atas tanah, bertahan di udara beberapa detik, lalu bergerak mendatar sekitar 16 meter.

Kemudian roket mulai turun perlahan, sekitar 30 detik setelah peluncuran.

Ito Takashi dari JAXA, Desember 2025
Ito Takashi dari JAXA, Desember 2025

Pejabat JAXA yang bertanggung jawab atas pengujian, Ito Takashi, mengatakan ia merasa lega bisa mencapai titik ini karena pengembangan roket memakan waktu lama. Ia menambahkan bahwa JAXA ingin meninjau secara rinci data yang diperoleh dari pengujian tersebut.

Pada 11 Juli, Jepang meraih tonggak penting dalam teknologi antariksa ketika JAXA berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket RV-X untuk pertama kalinya.
Pada 11 Juli, Jepang meraih tonggak penting dalam teknologi antariksa ketika JAXA berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket RV-X untuk pertama kalinya.

Pengujian ini menjadi langkah besar bagi JAXA menuju pembentukan sistem transportasi antariksa di masa depan. Teknologi tersebut diharapkan dapat menekan biaya.

Pengembangan dan peluncuran roket membutuhkan dana yang sangat besar. Roket konvensional biasanya dibuang setelah misi sekali pakai dan jatuh ke laut atau tempat lain, sedangkan badan roket yang dapat digunakan kembali diambil dan dipakai lagi. Cara ini membantu menghemat biaya sekaligus meningkatkan frekuensi peluncuran.

Langkah Besar Menuju Transportasi Antariksa Masa Depan

Banyak lembaga di seluruh dunia telah berupaya mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali.

Jepang menjalankan program pengujian demonstrasi dengan kendaraan eksperimental yang dimulai pada 1999, sebagai bagian dari upaya meraih kemampuan penggunaan ulang roket.

Roket bernama RVT tingginya 3,5 meter dan berdiameter 2 meter. Percobaan berulang dilakukan: mesin roket tunggal naik hingga ketinggian 42 meter, lalu mendarat lembut di tanah dengan daya dorong yang dikurangi. Pengujian ini mengumpulkan pengetahuan untuk pengembangan mesin roket yang dapat digunakan kembali.

Namun, menurut seorang peneliti pada masa itu, roket yang dapat digunakan kembali membutuhkan biaya pengembangan yang tinggi, dan belum jelas apakah ada permintaan. Dengan pertimbangan itu, serta kesulitan teknis, eksperimen demonstrasi memakai wahana eksperimental dihentikan setelah 2003.

Belakangan, perusahaan AS SpaceX yang dipimpin pengusaha Elon Musk mengumumkan rencana untuk menggunakan kembali roket. Mereka melakukan eksperimen berulang untuk tujuan itu sejak 2012.

Pada 2014, komite kebijakan antariksa Jepang menyimpulkan bahwa roket yang dapat digunakan kembali perlu dikaji sebagai opsi untuk rencana antariksa jangka panjang hingga era 2030-an.

Pada Juni 2026, SpaceX, perusahaan kedirgantaraan yang didirikan Elon Musk, terdaftar di NASDAQ.
Pada Juni 2026, SpaceX, perusahaan kedirgantaraan yang didirikan Elon Musk, terdaftar di NASDAQ.

SpaceX memimpin lewat roket Falcon 9 miliknya. Falcon 9 awalnya sekali pakai, tetapi akhirnya menjadi roket kelas orbit pertama yang kembali dengan pendaratan terkendali.

Saat diluncurkan membawa satelit pada 2015, tahap pertama roket itu berhasil mendarat setelah melepaskan satelit di antariksa.

SpaceX telah menerapkan roket yang dapat digunakan kembali secara praktis. Selain itu, perusahaan pengembangan antariksa AS Blue Origin sedang mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali bernama New Glenn.

Upaya Jepang

JAXA mulai mengembangkan wahana eksperimental RV-X pada tahun anggaran 2016, sebagai langkah memperoleh teknologi roket yang dapat digunakan ulang dan menerapkannya pada roket andalan generasi berikutnya.

Lembaga ini menghabiskan 10 tahun mengembangkan mesin yang dapat dipakai berulang kali, serta sistem kendali reaksi.

Lembaga itu menyatakan telah melakukan 164 uji pembakaran pada mesin yang sama dengan yang dipakai dalam uji terbang baru-baru ini, serta telah mengonfirmasi keamanan dan kinerjanya.

Selain itu, JAXA bersama lembaga riset di Prancis dan Jerman juga sedang mengembangkan roket yang dapat digunakan ulang bernama CALLISTO, yang mampu mencapai atmosfer atas. JAXA berencana memulai uji terbang roket ini dengan mesin jenis yang sama seperti RV-X.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

roket dapat digunakan kembalijaxa rv-xuji terbang roket jepangroket pakai ulang jepangnoshiro akita

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.