JAXA Berhasil Uji Terbang Roket Eksperimental yang Dapat Digunakan Kembali
JAXA berhasil menguji terbang roket eksperimental RV-X di Noshiro, Prefektur Akita. Roket setinggi 7,3 meter itu terbang sekitar 40 detik, naik hingga 11 meter, lalu bergerak horizontal sekitar 16 meter sesuai rencana.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
JAXA Berhasil Uji Terbang Roket Eksperimental yang Dapat Digunakan Kembali

RV-X Naik dan Mendarat Sesuai Rencana
Uji terbang roket eksperimental pakai ulang RV-X digelar di Kota Noshiro, Prefektur Akita, pada Sabtu.
Penerbangan roket setinggi 7,3 meter itu berlangsung sekitar 40 detik.
Roket naik hingga sekitar 11 meter di atas tanah, bertahan di udara beberapa detik, lalu bergerak mendatar sekitar 16 meter.
Kemudian roket mulai turun perlahan, sekitar 30 detik setelah peluncuran.

Pejabat JAXA yang bertanggung jawab atas pengujian, Ito Takashi, mengatakan ia merasa lega bisa mencapai titik ini karena pengembangan roket memakan waktu lama. Ia menambahkan bahwa JAXA ingin meninjau secara rinci data yang diperoleh dari pengujian tersebut.

Pengujian ini menjadi langkah besar bagi JAXA menuju pembentukan sistem transportasi antariksa di masa depan. Teknologi tersebut diharapkan dapat menekan biaya.
Pengembangan dan peluncuran roket membutuhkan dana yang sangat besar. Roket konvensional biasanya dibuang setelah misi sekali pakai dan jatuh ke laut atau tempat lain, sedangkan badan roket yang dapat digunakan kembali diambil dan dipakai lagi. Cara ini membantu menghemat biaya sekaligus meningkatkan frekuensi peluncuran.
Langkah Besar Menuju Transportasi Antariksa Masa Depan
Banyak lembaga di seluruh dunia telah berupaya mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali.
Jepang menjalankan program pengujian demonstrasi dengan kendaraan eksperimental yang dimulai pada 1999, sebagai bagian dari upaya meraih kemampuan penggunaan ulang roket.
Roket bernama RVT tingginya 3,5 meter dan berdiameter 2 meter. Percobaan berulang dilakukan: mesin roket tunggal naik hingga ketinggian 42 meter, lalu mendarat lembut di tanah dengan daya dorong yang dikurangi. Pengujian ini mengumpulkan pengetahuan untuk pengembangan mesin roket yang dapat digunakan kembali.
Namun, menurut seorang peneliti pada masa itu, roket yang dapat digunakan kembali membutuhkan biaya pengembangan yang tinggi, dan belum jelas apakah ada permintaan. Dengan pertimbangan itu, serta kesulitan teknis, eksperimen demonstrasi memakai wahana eksperimental dihentikan setelah 2003.
Belakangan, perusahaan AS SpaceX yang dipimpin pengusaha Elon Musk mengumumkan rencana untuk menggunakan kembali roket. Mereka melakukan eksperimen berulang untuk tujuan itu sejak 2012.
Pada 2014, komite kebijakan antariksa Jepang menyimpulkan bahwa roket yang dapat digunakan kembali perlu dikaji sebagai opsi untuk rencana antariksa jangka panjang hingga era 2030-an.

SpaceX memimpin lewat roket Falcon 9 miliknya. Falcon 9 awalnya sekali pakai, tetapi akhirnya menjadi roket kelas orbit pertama yang kembali dengan pendaratan terkendali.
Saat diluncurkan membawa satelit pada 2015, tahap pertama roket itu berhasil mendarat setelah melepaskan satelit di antariksa.
SpaceX telah menerapkan roket yang dapat digunakan kembali secara praktis. Selain itu, perusahaan pengembangan antariksa AS Blue Origin sedang mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali bernama New Glenn.
Upaya Jepang
JAXA mulai mengembangkan wahana eksperimental RV-X pada tahun anggaran 2016, sebagai langkah memperoleh teknologi roket yang dapat digunakan ulang dan menerapkannya pada roket andalan generasi berikutnya.
Lembaga ini menghabiskan 10 tahun mengembangkan mesin yang dapat dipakai berulang kali, serta sistem kendali reaksi.
Lembaga itu menyatakan telah melakukan 164 uji pembakaran pada mesin yang sama dengan yang dipakai dalam uji terbang baru-baru ini, serta telah mengonfirmasi keamanan dan kinerjanya.
Selain itu, JAXA bersama lembaga riset di Prancis dan Jerman juga sedang mengembangkan roket yang dapat digunakan ulang bernama CALLISTO, yang mampu mencapai atmosfer atas. JAXA berencana memulai uji terbang roket ini dengan mesin jenis yang sama seperti RV-X.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.