Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Startup EV Jepang Dorong Penggunaan E-jeepney di Filipina

Jutaan warga Filipina mengandalkan jeepney, tetapi lonjakan harga bensin dan solar memaksa banyak pengemudi berhenti beroperasi.

NHK WORLD2 mnt

Bagikan Artikel

Pabrik perakitan minibus listrik e-jeepney ASSEMBLEPOINT di Filipina

Visual Utama

Startup EV Jepang Dorong Penggunaan E-jeepney di Filipina

Tutup
Pabrik perakitan minibus listrik e-jeepney ASSEMBLEPOINT di Filipina

Harga Bahan Bakar Mengubah Wajah Transportasi

Pada Februari, ASSEMBLEPOINT, startup EV yang berbasis di Tokyo, membuka pabrik di luar ibu kota Manila. Pabrik itu merakit minibus listrik berkapasitas 10 kursi di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik komersial ringan.

Startup EV berbasis Tokyo ASSEMBLEPOINT membuka pabrik manufaktur di Filipina tahun ini.
Startup EV berbasis Tokyo ASSEMBLEPOINT membuka pabrik manufaktur di Filipina tahun ini.

Tak lama kemudian, konflik di Timur Tengah membuat Selat Hormuz praktis tertutup. Harga minyak mentah global melonjak. Pada akhir Maret, Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan keadaan darurat energi nasional.

Kelangkaan jeepney mempersulit perjalanan harian banyak pekerja Filipina.
Kelangkaan jeepney mempersulit perjalanan harian banyak pekerja Filipina.

Dampak krisis energi cepat terasa di jalanan: penurunan layanan jeepney membuat banyak pekerja terlantar.

Bagi ASSEMBLEPOINT, situasi itu menjadi pendorong yang tak terduga. Permintaan dari pemerintah kota dan operator armada swasta membanjir. Volume pesanan pun naik hingga lima kali lipat dibandingkan sebelum konflik.

ASSEMBLEPOINT dibanjiri permintaan.
ASSEMBLEPOINT dibanjiri permintaan.

Hambatan Produksi

Lonjakan minat yang mendadak itu menguji kemampuan perusahaan muda ini. Presiden ASSEMBLEPOINT Miyashita Takashi mengakui bahwa kapasitas pabrik menjadi kendala. Perusahaan belum mampu memenuhi permintaan mendesak sambil menunggu pengiriman komponen impor berikutnya.

“Kami frustrasi karena terus-menerus kehabisan stok,” kata Miyashita.

Miyashita Takashi, presiden ASSEMBLEPOINT
Miyashita Takashi, presiden ASSEMBLEPOINT

Penumpang Menyambut Perubahan

Sekitar 100 e-jeepney sudah beroperasi di jalanan Filipina, menjadikannya sarana transportasi yang kian penting bagi warga.

Jumlah e-jeepney di jalanan Filipina diperkirakan akan terus bertambah.
Jumlah e-jeepney di jalanan Filipina diperkirakan akan terus bertambah.

Seorang penumpang menyambut kendaraan itu dengan baik. “Ukurannya kecil, tetapi sangat nyaman,” ujarnya.

Seorang pengemudi juga menyambutnya dengan antusias. Tanpa biaya solar, pengeluarannya lebih ringan. “Kendaraan listrik memang lebih baik,” katanya.

Penumpang dan pengemudi terkesan dengan pengalaman naik e-jeepney.
Penumpang dan pengemudi terkesan dengan pengalaman naik e-jeepney.

Memperluas Jangkauan di Luar Manila

Perusahaan memperkirakan permintaan di Filipina akan terus tumbuh dan berencana memperluas operasinya ke wilayah pulau terpencil, termasuk Cebu.

“Kami berharap bisa memenuhi kebutuhan perjalanan jarak dekat masyarakat Filipina,” kata Miyashita. “Ada lebih dari 7.000 pulau, dan tujuan kami adalah mengirim kendaraan ke semuanya.”

Di tengah lonjakan harga bahan bakar yang mengubah transportasi Filipina, perusahaan kecil ini berupaya mengejar permintaan yang terus bertambah.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

e-jeepney filipinastartup ev jepangassemblepointjeepney listrikharga bbm filipinaev komersial asia

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.