Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Bea Cukai Jepang Perkuat Kerja Sama Global Perangi Lonjakan Barang Palsu

Meningkatnya transaksi e-commerce global memicu lonjakan peredaran barang palsu berbahaya seperti baterai yang rentan terbakar. Otoritas bea cukai Jepang kini membagikan keahlian teknisnya kepada petugas internasional untuk memutus rantai distribusi barang tiruan tersebut.

NHK WORLD4 mnt

Bagikan Artikel

Petugas bea cukai Jepang sedang memeriksa paket kiriman internasional.

Visual Utama

Bea Cukai Jepang Perkuat Kerja Sama Global Perangi Lonjakan Barang Palsu

Tutup
Petugas bea cukai Jepang sedang memeriksa paket kiriman internasional.

Petugas bea cukai di seluruh dunia harus tetap waspada menghadapi ledakan e-commerce. Industri lintas batas ini mencatat nilai 1,24 triliun dolar tahun lalu, dan diproyeksikan melonjak hingga hampir 10 triliun dolar pada 2035.

Namun, derasnya arus barang juga membawa risiko maraknya barang palsu, mulai dari tas dan jam tangan hingga sepatu kets dan kamera.

Banyak orang tergiur harga murah. Padahal, harga yang terlampau rendah sering kali membahayakan. Baterai palsu adalah contoh nyata: produk ini biasanya tidak memenuhi standar keamanan dan berisiko terbakar.

Sejumlah petugas bea cukai mancanegara sedang mengikuti pelatihan di Jepang.
Sejumlah petugas bea cukai mancanegara sedang mengikuti pelatihan di Jepang.

Organisasi Bea Cukai Dunia berupaya menanggulangi masalah ini melalui kolaborasi dengan Universitas Aoyama Gakuin di Tokyo. Sejak 2011, mereka menyelenggarakan program tahunan guna membekali petugas dengan keahlian memberantas barang palsu secara efektif, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Jepang.

Hingga kini, lebih dari 100 petugas telah menyelesaikan program tersebut. Peserta tahun ini datang dari Jamaika, Mongolia, Maladewa, Uganda, Malaysia, dan Bhutan.

Petugas Bea Cukai Tokyo saat memeriksa paket-paket yang datang tanpa henti.
Petugas Bea Cukai Tokyo saat memeriksa paket-paket yang datang tanpa henti.

Para peserta baru-baru ini mengunjungi kantor Bea Cukai Tokyo untuk melihat langsung pemanfaatan teknologi dalam mempercepat proses kerja. Sistem di sana mampu menganalisis data hasil pemindaian sinar-X, sehingga petugas dapat segera menentukan paket mana yang perlu dibongkar untuk diperiksa.

Sistem ini sangat efisien, ungkap Lam Dorji dari Bhutan. Ia merasa sistem semacam ini perlu ia bawa pulang untuk diterapkan di negaranya.

Upaya Tak Henti Jepang Melawan Pemalsuan

Barang-barang sitaan petugas bea cukai di Tokyo.
Barang-barang sitaan petugas bea cukai di Tokyo.

Para peserta pelatihan juga melihat berbagai barang yang disita petugas di Tokyo, termasuk tas mewah palsu, stiker 3 dimensi yang sedang tren di kalangan anak-anak, dan sepatu bermerek.

Kementerian Keuangan Jepang mencatat lebih dari 30.000 kasus dalam tiap tiga tahun fiskal terakhir. Biro Bea Cukai mengaitkan lonjakan ini dengan globalisasi dan pesatnya belanja daring.

Petugas mengungkapkan bahwa tantangan saat ini bukan lagi pengiriman massal ke pengecer, melainkan paket-paket kecil dalam jumlah besar yang dikirim langsung ke konsumen. Hal tersebut membuat pemeriksaan menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

Bhutan Menimba Ilmu dari Tokyo

Situasi di wilayah Asia lainnya bisa jauh lebih menantang. Dorji menyebut Bhutan sangat bergantung pada impor, sementara beberapa negara tetangga menjadi sumber utama produk palsu.

Lam Dorji adalah petugas bea cukai asal Bhutan.
Lam Dorji adalah petugas bea cukai asal Bhutan.

Dorji mengungkapkan bahwa penerapan langkah-langkah terbaru di Bhutan akan lebih sulit dibandingkan di negara-negara maju. Namun, ia yakin teknologi canggih dari Tokyo dapat memperkuat sistem pemeriksaan bea cukai di negaranya.

Ia pun menekankan pentingnya kerja sama luas antara instansi pemerintah dan pelaku bisnis, seperti yang ia saksikan di Tokyo.

Saya sangat tertarik pada efektivitas prosedur bea cukai, aturan asal barang, serta sistem harmonisasi yang diterapkan negara-negara maju seperti Jepang.

Keterlibatan Perusahaan Besar

Para peserta program baru-baru ini mengunjungi kantor pusat Canon di Tokyo. Produsen peralatan presisi asal Jepang tersebut sering kali mendapati produk kartrid tinta dan barang elektronik mereka dipalsukan.

Guna mengatasi masalah ini, pihak perusahaan telah menciptakan hologram khusus untuk menjamin keaslian produk. Saat dimiringkan, label tersebut akan menampilkan kata 'asli'.

Canon menggunakan label khusus untuk menunjukkan keaslian produk mereka.
Canon menggunakan label khusus untuk menunjukkan keaslian produk mereka.

Para peserta berkesempatan melihat langsung berbagai produk palsu yang dikumpulkan oleh Canon. Perusahaan ini secara rutin memantau platform e-commerce dan melaporkan aktivitas penipuan kepada pihak berwenang.

'Cara tercepat untuk menghentikan peredaran barang palsu adalah dengan mengidentifikasi produsen di sumbernya dan membantu polisi menindak mereka,' ujar Toyoda Jin, pejabat senior bidang hukum dan kekayaan intelektual di Canon.

Kamera berwarna merah muda ini tidak diproduksi oleh Canon.
Kamera berwarna merah muda ini tidak diproduksi oleh Canon.

Canon bahkan telah mengembangkan serangkaian alat untuk mengidentifikasi barang palsu dan melaporkannya ke otoritas bea cukai mancanegara. Upaya ini telah mendukung operasi penegakan hukum di lebih dari 60 negara dan wilayah.

Pejabat Canon, Toyoda Jin, saat berbicara kepada NHK World.
Pejabat Canon, Toyoda Jin, saat berbicara kepada NHK World.

Dorji merasa terkesan. 'Ini bukan sekadar soal mampu membeli teknologinya. Sangat penting bagi petugas perbatasan, perusahaan, dan polisi untuk saling bekerja sama.'

Bagaimanapun, jika jutaan barang dapat melintasi dunia setiap hari, teknik terbaik untuk menghalau produk palsu pun seharusnya bisa disebarluaskan dengan cara yang sama.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

bea cukai jepangbarang palsu e-commercekerjasama internasionalkeamanan produkbelanja online jepang

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.